Menikmati Danau Cipule, ”Rendezvous” di Pulau Cinta
PERJALANAN dari Kota Karawang ke objek wisata Danau Cipule lumayan menguras keringat. Apalagi, saat itu udara Karawang dan sekitarnya sangat panas. Matahari begitu terik memancarkan cahayanya. Tak terasa, meskipun jarak Kota Karawang ke Danau Cipule hanya sekitar 30 kilometer, peluh terus mengalir membasahi tubuh. Perjalanan pun terasa melelahkan.
Untuk melepas lelah, Bendungan Walahar menjadi pilihan tempat istirahat. Selepas istirahat dan puas menikmati keindahan Bendungan Walahar--biasa orang menyebutnya Bendung Parisdo-- perjalanan dilanjutkan ke Danau Cipule, sekitar 3 km dari Walahar ke arah selatan dengan kondisi jalan lumayan beraspal.
Hanya seperempat jam perjalanan, keindahan Danau Cipule sudah tampak di depan mata. Indah dan tampak asri. Apalagi, cuaca sangat mendukung, langit biru berhiaskan awan putih berarak. Panorama Danau Cipule menjadi tampak lebih elok.
Embusan angin Danau Cipule begitu segar menerpa tubuh. Pohon-pohon yang tumbuh di sekeliling danau, seolah mengajak untuk segera merapat ke bibir danau. Dari kejauhan sayup-sayup terdengar alunan musik organ tunggal. Makin dekat, kian jelas terdengar. Sebuah lagu dangdut yang sedang populer saat ini terdengar dinyanyikan seorang gadis. Cukup merdu suara pelantunnya.
Pulau cinta
Ternyata alunan musik dangdut itu berasal dari sebuah pulau kecil di tengah Danau Cipule. Orang-orang menyebutnya Pulau Cinta. Asal usul nama Pulau Cinta tak jelas. Mungkin tempat orang-orang memadu kasih. Pulau seluas 2.000 meter persegi ini menjadi daya tarik tersendiri. Rata-rata yang berkunjung ke Danau Cipule, pasti menyempatkan diri menyeberang ke Pulau Cinta. Sepertinya kurang lengkap, main ke Danau Cipule tanpa berlayar ke Pulau Cinta.
Untuk menyeberang ke Pulau Cinta sangat mudah. Tinggal naik perahu sampan kecil, dalam tempo lima menit, sudah sampai. Tarifnya lumayan murah, hanya Rp 2.000 per orang pulang pergi.
Perahu tak perlu didayung. Sebab, fungsi perahu ini hanya sebagai alat penyeberangan saja. Juru kemudinya cukup menarik kabel baja yang terbentang dari daratan hingga Pulau Cinta. Jadi, perahunya terikat pada kabel baja. Ya, mirip dengan rakit penyeberangan sungai.
Meskipun hanya sekejap berlayar, romantisme yang disajikan Danau Cipule begitu terasa indah. Ada sensasi lain yang sulit dirangkai dengan kata-kata. Jika ada perahu sewaan, ingin rasanya berlayar di Danau Cipule dan mengelilingi Pulau Cinta. Sayang, perahu sewaan untuk lalayaran belum ada.
Ketika kaki menginjak tanah Pulau Cinta, aura romantisme begitu terasa. Pohon-pohon yang tak terlalu tinggi, anggun memagari Pulau Cinta. Cahaya mentari menerobos di antara hijaunya dedaunan. Angin basah yang berembus dari danau terasa segar. Begitu teduh dan damai. Wajar, jika pengelola menamai Pulau Cinta.
Untuk sekadar melepas lelah atau menjadikannya tempat rendezvous (tempat berkumpul), sembilan saung lesehan bambu yang beratapkan rumbia dan menghadap ke danau siap disinggahi. Akan tetapi, jika berombongan, tersedia saung lesehan panjang. Permainan untuk anak-anak pun tersedia, meskipun hanya mainan ayunan dan tempat tiduran di pohon. Lumayan sebagai penghibur anak-anak.
Sayangnya, pengelola Pulau Cinta belum menyediakan makanan dan minuman ala rumah makan. Yang tersedia hanya mi instan rebus dan aneka minuman ringan. Oleh karena itu, jika berkunjung ke Pulau Cinta dan ingin merasakan botram atau buka timbel, bawalah bekal dari rumah.
Danau Cipule ini tepatnya berada di Kampung Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Dari Kota Karawang sekitar 20 km ke arah Klari, dari Klari sekitar 7 km. Sementara dari Bendung Walahar sekitar 3 km. Jalannya lumayan bagus beraspal.
Potensial dikembangkan
Danau Cipule ini sangat potensial untuk dikembangkan. Keindahan alamnya layak untuk dijual. Berbagai macam wisata air bisa
dikembangkan di Danau Cipule ini, seperti memancing, perahu layar, powerboat, becak air, dan sebagainya. Bahkan olah raga air pun bisa dilakukan di danau ini.
Bukan tak mau mengembangkan, menurut Soebroto, pengelola Pulau Cinta, sebab status Danau Cipule ini belum jelas. Mau dibuat apa, sampai sekarang, belum tahu persis. ”Pulau Cinta ini pun, saya kelola secara iseng saja. Oleh karena itu, saya belum berani ekspansi gede-gedean. Kalau keinginan untuk mengembangkan Pulau Cinta sudah ada. Tinggal menunggu kejelasan saja,” katanya.
Sebenarnya, Danau Cipule ini lahan bekas galian pasir. Luasnya sekitar 90 hektare. Oleh karena itu, kedalaman Danau Cipule ini tak sama, ada yang dua meter hingga terdalam dua puluh meteran. ”Kebetulan, dulu yang mengelola penggalian pasir di sini saya sendiri. Jadi, tahu persis kondisi Danau Cipule ini,” ujar Soebroto.
Lepas dari berbagai permasalahan, Danau Cipule potensial untuk dikembangkan, terutama sebagai kawasan objek wisata air. Tidak menutup kemungkinan, Danau Cipule akan menjelma menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Karawang. Malahan, bisa menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat. Mengapa tidak.* Syamsul Bachri - kisuta.com


