Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Terapi Humor Bisa Kurangi Sikap Agresi dan Depresi

Kamis, 22 Agustus 2013

THE Arts Health Institute dan Humour Foundation di Australia, saat ini menjalankan terapi humor di 90 rumah perawatan panti jompo. Ternyata terapi humor cukup efektif mengurangi sifat agresi dan juga depresi pada pasien demensia.

Demensia merupakan penyakit penurunan kemampuan intelektual yang progresif dari seseorang yang menyebabkan kemunduran fungsi kognitif dan juga fungsionalnya. Penyakit lupa ingatan ini dapat dipicu oleh berbagai hal, misalnya faktor penuaan, penyakit Alzheimer (demensia Alzheimer), serta gangguan pembuluh darah di bagian otak (demensia vaksuler) seperti stroke, hipertensi, diabetes atau sumbatan pada pembuluh darah kecil.

Mengutip dari situs smh.com.au, psikolog Lee-Fay Low mengatakan, sebenarnya bukan humor yang mengurangi sifat agresi dan juga depresi, tetapi kemampuan terlibat antarindividu yang menjadi faktor terpenting dalam proses ini.

Di Panti Jompo “Summit Care”, Randwick, Australia, kombinasi antara musik dan tawa ternyata bisa menggantikan obat-obatan psikotropik dan antidepresan pada pasien demensia. Barry Cowling, Manajer Operasi “Summit Care” mengatakan, sifat agresi dan juga depresi pada 18 penghuni pasien yang dirawat di unit demensia, berkurang setelah pasien mengikuti terapi humor.

Menurut Cowling, terapi humor bisa mengurangi dosis obat-obatan psikotropik yang biasa dikonsumsi pasien demensia. Bahkan ada pasien yang tidak lagi menggunakan obat-obatan psikotropik setelah mengikuti terapi humor.

Dalam riset selama 3 tahun berupa kunjungan rutin badut dan para staf terlatih yang memberikan terapi humor, ternyata terapi humor dapat mengurangi sikap memberontak atau agitasi pada 180 pasien di 17 panti. Efek ini sama dengan pemberian risperidone, obat yang digunakan untuk mengurangi agresi dan agitasi kepada pasien demensia.

Terapi humor juga mengurangi efek samping pengobatan, misalnya stroke. Terapi yang berdurasi selama dua jam setiap minggu ini berisi antara lain menyanyikan lagu atau cerita-cerita yang terkait dengan kehidupan para penghuni panti. Terkadang mereka juga bergembira menikmati lagu-lagu ceria dari piano atau menertawakan lelucon.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya