Gitar Stik Es Krim, Merdu tak Sekadar Hiasan
KREATIVITAS bisa menjadi sumber penghasilan. Seperti yang dilakukan Arthur, pria asal Surabaya yang berhasil mengubah stik bekas es krim menjadi gitar. Bukan sekadar hiasan, karena gitar stik es krim ini bisa dimainkan layaknya gitar biasa.

Meskipun belum dijual, namun karya spektakuler Arthur sudah banyak yang berminat. Ada seorang warga negara Belanda yang datang dan menawar gitar stik es krim dengan harga Rp 10 juta. Bahkan perusahaan pembuat gitar sekelas Fender dan Ibanez pernah meliriknya.
Saat ini, Arthur sedang menyelesaikan pembuatan gitar kelima. Empat gitar lainnya yang sudah diselesaikannya masih belum dijual, karena Arthur masih bingung untuk memberikan harga.
Arthur kepada detikcom di rumahnya, Jln. Pogor Baru, Surabaya, Jumat, 23 Agustus 2013, mengatakan, ide membuat gitar dari stik bekas es krim ini, muncul empat bulan lalu saat dirinya menonton film asal Malaysia, “Ipin dan Upin”. Arthur tertarik saat dua bocah berkepala plontos itu bermain stik es krim. Saat itu terbersit ide untuk membuat gitar dari stik es krim, apalagi di sekitar rumahnya banyak anak kecil yang bermain dengan stik es krim.
Arthur yang memang berprofesi sebagai pembuat gitar, segera merealisasikan ide tersebut dengan mengumpulkan stik es krim dari anak-anak kecil di sekitar rumahnya. Untuk membuat satu gitar diperlukan ribuan stik es krim, tentu saja kebutuhan itu tak bisa dipenuhi dari anak-anak di sekitar rumahnya saja. Arthur kemudian membeli kekurangannya.
Stik-stik es krim itu kemudian dirangkai menjadi bentuk gitar dengan cara ditempel satu sama lain menggunakan lem. Proses ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena tidak boleh ada sekat yang bisa mempengaruhi suara gitar. Pola kayu yang ada pada stik es, sengaja tidak dihilangkan untuk member kesan artistik. Setelah gitar terbentuk, proses selanjutnya adalah, mengecat. Proses ini untuk memberikan karakter terhadap gitar tersebut. Setelah cat kering, proses selanjutnya mengoleskan pernis.
Setelah fisik gitar selesai, proses selanjutnya adalah penyetelan. Proses ini paling sulit karena berhubungan dengan suara, supaya suara yang dihasilkan merdu.
Ayah tiga anak ini menuturkan, untuk menyelesaikan satu gitar, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu. Dibandingkan dengan membuat gitar biasa, membuat gitar dari stik es krim lebih cepat, karena gitar biasa membutuhkan waktu pembuatan sampai tiga minggu.
Pria lulusan SMA ini mengklaim, gitar dari stik es krim buatannya, merupakan gitar pertama di dunia yang bisa dimainkan atau digunakan. Di Costarica ada gitar dari stik es krim, namun tidak bisa digunakan atau hanya sekadar hiasan. Penasaran seperti apa gitar stik es krim buatan Arthur?* Ati - kisuta.com


