Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Kambing Gembrong

Si Gondrong dari Bali yang Nyaris Punah

Senin, 26 Agustus 2013

KAMBING gembrong. Apakah Anda pernah mendengar nama kambing unik yang hanya dibudidayakan di dua tempat di Indonesia, yaitu di Karangasem, Bali dan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Dinamakan kambing gembrong karena bulu kambing ini panjang atau gondrong.


Menurut Wikipedia, kambing yang seluruh tubuhnya tertutup bulu ini, merupakan hewan asal Bali. Kambing ini dulunya merupakan persilangan antara kambing Kashmir dengan kambing Turki. Kambing gembrong masuk ke Bali sebagai hadiah untuk seorang bangsawan Bali. Beberapa peternak pernah mencoba menyilangkan kambing gembrong dengan kambing peranakan ettawah. Dari persilangan ini dihasilkan kambing gettah atau gembrong ettawah.

Kambing gembrong memang terkenal dengan bulunya yang panjang, bisa mencapai 15-25 cm. Bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga, hingga kambing ini menyerupai anjing. Hanya kambing jantan yang mempunyai rambut gondrong, sedangkan rambut kambing betina hanya sekitar 2-3 cm, layaknya kambing biasa. Bulu kambing gembrong umumnya berwarna putih, namun ada juga yang berwarna coklat dan coklat muda.

Saat ini kambing gembrong menjadi hewan langka, karena populasinya di Indonesia diperkirakan tinggal 27 ekor lagi. Menurut Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Ali Agus, kambing gembrong di ambang kepunahan. "Ini sudah kategori dangerous. Bahaya sekali. Kepunahan mengancam setiap saat," ujar Ali di peternakan kambing gembrong kawasan Pacet, Kamis, 22 Agustus 2013.

Di Peternakan Pacet, Mojokerto, jumlah kambing gembrong hanya tinggal 5 ekor. Gembrong jantan hanya satu ekor dan harus membuahi empat ekor betina. Setiap betina hanya menghasilkan satu anak pada setiap kelahiran. Hal ini yang menyebabkan kambing gembrong sulit dikembangbiakan, berbeda dengan kambing biasa yang bisa mempunyai anak sampai tiga ekor pada setiap kehamilannya.

Hal lain yang membuat kambing gembrong sulit dikembangbiakan, kambing ini ganya bisa hidup di cuaca sejuk atau tidak kuat dengan cuaca panas. Daerah berhawa sejuk seperti Pacet, merupakan tempat yang cocok untuk pengembangbiakan kambing unik ini. Sayang sekali kalau kambing unik ini harus punah.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya