Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Yakuza "Berlindung" di Balik Tato

Selasa, 27 Agustus 2013

SIAPA tak kenal Yakuza, mafia asal Jepang? Anggota Yakuza sangat mudah dikenali dari tato yang nyaris menutupi seluruh tubuhnya. Tato dan Yakuza memang tak dapat dipisahkan. Anggota Yakuza yang tidak bertato, ibarat sayur kurang garam.

 

Anggota Yakuza, baik pria maupun wanita, biasanya menato tubuh mereka dengan gambar tradisioal atau Irezumi. Dahulu, tato di Jepang digunakan untuk keperluan ritual dan status. Namun, saat ini tato hanya digunakan oleh mereka yang melakukan tindak kriminal, seperti anggota Yakuza.

Meskipun di Jepang ada larangan bagi orang bertato memasuki fasilitas umum seperti kolam renang dan pusat kebugaran, namun anggota Yakuza tetap menato tubuh mereka. Bahkan, mereka menjadikan tubuhnya sebagai kanvas. Awalnya hanya ada dua warna dasar yang menjadi keharusan, yaitu merah dan hitam. Tetapi sekarang mereka pun menggunakan warna-warna cerah, sehingga gambar terlihat indah dan detil. Kebanyakan tato anggota Yakuza itu bergambar naga, harimau, kupu-kupu, bunga sakura, bunga Chrysantinum (bunga seruni, bunga krisan), gambar terkait Buddha (Fudo Myoo) serta setan atau tengkorak.

Sejak kapan anggota Yakuza menato tubuh mereka? Sejarah tato di kalangan Yakuza sudah berumur ratusan tahun. Mungkin sama tuanya dengan organisasi Yakuza yang didirikan sejak zaman shogun dan samurainya. Walaupun tak ada keharusan bagi anggota Yakuza untuk menato tubuh, namun mereka tetap melakukannya Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuhnya walaupun harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit bahkan menembus angka ratusan juta rupiah.

Ada beberapa alasan mengapa Yakuza menato tubuh mereka. Pertama, dengan bertato mereka ditakuti dan menjadi jagoan di jalan. Bisnis Yakuza tak jauh dari pemerasan, dan mencari uang dengan jalan tak halal. Masyarakat pun takut pada Yakuza. Misal jika ada Yakuza bertato yang menyetop taksi, pasti taksi itu akan langsung berhenti. Para sopir taksi takut jika tak berhenti akan menjadi bulan-bulanan anggota Yakuza lain.

Kedua, tubuh bertato ternyata bisa “menjaga” mereka jika masuk penjara. Di penjara, narapidana kelas teri tak akan berani mengganggu anggota Yakuza. Tato ini pun jadi semacam perlindungan sehingga mereka aman dan tidak diperbudak napi lainnya.

Ketiga, tato pada Yakuza merupakan bentuk rasa hormat anggota pada pimpinan. Keempat, tato menjadikan kebanggaan bagi mereka, karena bisa mengalahkan rasa sakit saat ditato. Untuk mentato tubuh tidak bisa sekaligus karena zat untuk tato itu mengandung racun. Dalam seminggu hanya boleh dua kali, paling banyak tiga kali pengerjaan tato. Maka tidak heran dibutuhkan waktu yang lama untuk memenuhi tubuh dengan tato.

Kelima, tato menjadi bagian dari keindahan. Meskipun bergelut dengan kekerasan, namun sebagian anggota Yakuza menyukai keindahan, salah satunya mereka tuangkan lewat tato di tubuh.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya