Implan Payudara Bocor, Ratusan Wanita Menggugat
TANAM implan di payudara bertujuan untuk mempercantik payudara supaya terlihat lebih seksi. Namun, tak selamanya operasi tanam implan payudara berhasil. Hal ini dialami 300 wanita Argentina yang mengajukan gugatan bersama setelah operasi tanam implan payudara yang mereka lakukan mengalami kegagalan. Kegagalan tanam implan mereka alami berupa gel implan yang bocor dan mengalir ke ketiak, leher, paru-paru, dan bahkan ke kepala.

Mereka mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar US$ 54,7 juta. Gugatan mereka ajukan pada tiga pihak, yaitu perusahaan pembuat implan PIP (Poly Implant Protese ) Prancis, TUV Rheinland Jerman, dan perusahaan asuransi asal Jerman, Allianz. Sebelumnya, lebih dari 2.000 perempuan Prancis juga menggugat PIP, karena perusahaan tersebut memberi mereka keterangan palsu.
Seperti diberitakan FOX News, pengacara para wanita tersebut, Virginia Lina, mengatakan, total kerugian yang mereka derita bisa jauh lebih tinggi. Pasalnya, kata dia, sebanyak 1.500 wanita di negara itu diketahui menggunakan implan payudara buatan perusahaan itu.
Berita tentang implan yang rusak pada 2011 memicu kekhawatiran di seluruh dunia. Namun para pejabat kesehatan di berbagai negara menjamin zat itu tidak beracun dan tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Sebelum di Argentina, kasus kegagalan operasi implan payudara ini terjadi di Chili, China, dan tentunya Perancis sebagai negara tempat PIP diproduksi.
Dokter di Perancis bahkan telah mencopot implan payudara dari lebih 16 ribu wanita dan menemukan seperempat dari produk PIP menglami kebocoran. Sebanyak 16.426 wanita telah mencopot implan itu karena berisiko pecah. Selain itu diketahui bahwa PIP Prancis menggunakan silikon industri untuk mengisinya.
Pendiri PIP Jean-Claude Mas (73), telah didakwa dengan pembunuhan dan penipuan. Implan PIP kini dilarang dan perusahaan yang terletak di selatan Perancis telah dilikuidasi.
Perusahaan PIP sudah hampir 10 tahun sukses memproduksi implan payudara. PIP menjadi salah satu pemimpin pasar internasional di bidang ini, dengan produksi 100 ribu Protese per tahun.Protese tidak hanya dipasarkan di Prancis, melainkan diekspor ke 65 negara seantero dunia.

Amerika Selatan, negara pembeli utama (sekitar 50 persen). Di sana, implan Prancis dijual melalui rumah sakit dan dokter kepada negara-negara seperti Chili, Brasil, Venezuela dan Argentina. Pengimpor terbesar kedua adalah Eropa Barat (25 persen), termasuk Inggris, Jerman, Belgia, dan juga Belanda. PIP juga mengekspor protese payudara ke Timur Tengah (dari Turki hingga Suriah), dan Asia (dari Thailand sampai China).* Ati - kisuta.com


