Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Dibuktikan Peneliti Muda, Rajesh Rao dan Andrea Stocco

Melebur Pikiran Ala “Star Trek”, Kini Jadi Kenyataan

Jumat, 30 Agustus 2013

BAGI Anda penggemar film serial televisi berjudul “Star Trek”, pasti akrab dengan adegan yang memperlihatkan Mr. Spock sedang melebur pikiran atau mind meld. Dalam film science fiction berdasarkan naskah yang dibuat Gene Roddenberry tersebut, Spock berbagi pikiran, pengalaman, dan ingatan tanpa melakukan kontak.

Ketika film itu meledak pada tahun 1966 sampai 1969, orang menganggap mind meld hanya bagian dari fantasi film, tidak mungkin menjadi kenyataan. Namun, 44 tahun setelah film serial “Star Trek” tidak lagi diputar, mind meld menjadi kenyataan dan benar-benar bisa dilakukan, bukan lagi sekadar fantasi yang menjadi bagian dari skenario film.

Adalah dua peneliti dari University of Washington, Rajesh Rao dan Andrea Stocco yang berhasil mewujudkan fantasi itu menjadi kenyataan. Kedua peneliti muda ini berhasil membuktikan bahwa peleburan pikiran bisa dilakukan.
Keberhasilan mereka dibuktikan dengan memperagakan peleburan pikiran antar-manusia untuk yang pertama kali. Peleburan pikiran pernah dilakukan antar-tikus serta antara manusia dan tikus.

Dikutip dari Reuters, peragaan peleburan pikiran dilakukan pada 12 Agustus 2013. Dua peneliti ini menggunakan beberapa perangkat, yakni electroenchepalograph (EEG) yang biasa digunakan kalangan kedokteran untuk merekam aktivitas otak, komputer, transcranial magnetic stimulation (TMS) untuk memicu gerakan motorik berdasarkan sinyal yang diterima, serta koneksi internet.

Dalam peragaan itu, tanpa kontak apa pun, tanpa bahasa apa pun, dan dari jarak jauh Rao berhasil mengendalikan pikiran Stocco. Rao berhasil membuat Stocco menjalankan perintah yang tidak terkatakan, tetapi hanya ada di pikiran. Melalui pikirannya, Rao memerintahkan Stocco melihat layar komputer dan memainkan video game dalam pikirannya. Dalam permainan itu, Stocco diperintahkan untuk menembakkan meriam.

Pikiran Rao ini direkam oleh perangkat EEG dan akhirnya diubah oleh komputer. Dengan bantuan koneksi internet, pikiran atau pesan Rao dikirim ke komputer Stocco. Pesan itu lalu diterima perangkat TMS yang dikenakan oleh Stocco. Segera setelah pesan diterima, Stocco menggerakkan tangan kanannya secara tak sadar, seolah-olah menekan tombol "fire" untuk menembakkan meriam. Gerakan tangan tak sadar Stocco menunjukkan bahwa pengendalian pikiran yang dilakukan Stocco dan Rao berhasil.

Berkomentar tentang keberhasilannya, Rao seperti dikutip Reuters, Selasa (27/8/13), mengatakan, "Sangat mengagumkan sekaligus ngeri, membayangkan aksi yang ada di pikiran saya diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh otak orang lain,” ujar Rao kepada Reuters saat mengomentari keberhasilannya melakukan peleburan pikiran bersama rekannya, Stocco.

Meskipun dikhawatirkan teknologi ini bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran seseorang, namun teknologi ini pun bermanfaat untuk membantu orang yang mengalami paralisis. Mudah-mudahan teknologi dimanfaatkan untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya