Dua Kelompok Warga Bentrok Gara-gara Kotoran Burung Merpati
GARA-GARA kotoran burung merpati, dua kelompok warga di Jakarta bertikai hingga jatuh korban tewas dan luka-luka. Bentrokan yang terjadi pada Minggu sore, 25 Agustus 2013 itu, berawal dari percekcokan antara paman dan keponakan yang rumahnya bersebelahan di RT 05/RW 16 Jln. Haji Taba, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Agus, sang keponakan merasa terganggu dengan kotoran dan bulu-bulu burung merpati milik pamannya, Asdari Maisuroh yang mengotori kolam dan kamar mandinya. Tak terima dengan teguran keponakannya, Asdari Maisuroh memanggil anggota Forum Bekasi Rempug (FBR) dari Cipinang Muara yang berjumlah sekitar 60 orang. Menghadapi kedatangan anggota FBR tersebut, Agus memanggil massa dari warga setempat.
Bentrokan tak terelakan, massa dari kedua kubu saling menyerang. Mereka saling kejar dan saling pukul. Akibat bentrokan, empat warga mengalami luka-luka akibat dipukul benda tumpul dan dilarikan ke Rumah Sakit Yadika, Duren Sawit. Mereka adalah Agus, Adi, Asep dan Burhan. Sedangkan dari FBR, satu anggotanya bernama Surhayadi mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Harum. Empat orang anggota FBR lainnya mengalami luka ringan.
Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi membenarkan bentrok yang terjadi di kawasan Duren Sawit itu. “Permasalahan sepele hanya karena kotoran burung yang mengotori halaman rumah tetangganya. Kedua kelompok yang bertikai juga masih bersaudara," beber Didik.
Menurut Didik, enam orang telah ditetapkan menjadi tersangka. Empat orang anggota FBR, yaitu Asdari, Moch Jayadi, Asmul Darins, dan Jadi Mulya Kurniawan. Sedangkan dua tersangka dari warga, yaitu Asep dan Agus.
"Ormas dan warga yang terlibat betrok saling melaporkan. Dari pihak ormas, yang melaporkan bernama Jayadi. Sementara, dari pihak warga yang melaporkan bernama Agus. Kedua orang ini kami amankan," papar Didik. *Ati - kisuta.com


