Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Tak Mampu Bayar Mas Kawin, Ribuan Wanita di India Tewas Setiap Tahunnya

Kamis, 5 September 2013

MALANG benar nasib pengantin wanita di India. Apabila mahar atau mas kawin yang mereka berikan kepada pengantin pria tidak sesuai atau kurang, mereka akan menjadi sasaran penyiksaan, bahkan dalam beberapa kasus diperkosa oleh keluarga pengantin pria. Pada banyak kasus, penyiksaan dan pemerkosaan tersebut berakhir dengan kematian.

UNICEF pernah melaporkan, setiap tahunnya lebih dari 5.000 wanita di India tewas karena mahar atau mas kawin yang tak sesuai atau kurang. Laporan terbaru lebih mengejutkan, tahun 2012 sebanyak 8.233 wanita tewas karena sengketa atas pembayaran mahar.

Masyarakat India memang masih menerapkan adat yang membebankan mahar diberikan oleh pengantin wanita kepada keluarga pengantin pria. Namun terkadang pembayaran mahar ini dijadikan sebagai jaminan perlakuan baik oleh keluarga mempelai pria kepada mempelai perempuan.

Meskipun Hukum India sejak tahun 1961 telah melarang memberi atau menerima mas kawin, tetapi kebiasaan sosial selama berabad-abad itu terus berlanjut. Kejahatan mas kawin ini terjadi di semua kelas ekonomi masyarakat. Masyarakat dari kalangan berpendidikan tinggi pun, masih mempersoalkan mas kawin. Di India, pernikahan telah dikomersilkan menjadi transaksi bisnis ketika pengantin pria dan keluarganya membuat tuntutan mas kawin selangit.

Kesulitan ekonomi di India menyebabkan tuntutan mas kawin atau mahar makin tinggi dan memberatkan kaum wanita. Apalagi tuntutan mas kawin atau mahar ini masih berlanjut selama beberapa tahun setelah pernikahan. Apabila keluarga pengantin pria merasa mahar yang diberikan pengantin wanita tidak sesuai, maka selama mahar itu belum terpenuhi, pengantin wanita akan menjadi korban kekerasan. Mereka disiksa, disiram bensin hingga dibakar sampai mati.

Pertengahan tahun 2012, media India “Tamil Nesan” memberitakan nasib tragis yang diterima seorang wanita yang menjadi korban perkosaan dan penyiksaan karena keluarganya tidak mampu membayar mahar. Wanita berusia 21 tahun itu, dianiaya dan diperkosa oleh kerabat dan teman-teman suaminya.

Siksaan yang diterima Seema, nama wanita malang itu, diterimanya setelah tujuh tahun berumah tangga dengan suaminya, Anand Kurmi. Karena selama pernikahan, mahar sebesar 100 ribu rupee atau sekitar Rp 16,8 juta yang diinginkan suaminya belum terpenuhi, maka Seema menjadi sasaran kekerasan suami dan kerabatnya.


Sejak awal pernikahan Seena sudah menjadi bulan-bulanan suami dan kerabatnya. Tak hanya diperlakukan buruk dan dipermalukan, Seema yang tinggal di kandang ternak di rumah suaminya, diperkosa teman suaminya.

Beruntung Seema masih mempunyai keberanian untuk melaporkan kepada ayahnya yang kemudian dilanjutkan ke polisi. Hingga akhirnya Anand dan kerabatnya ditangkap dan dikenai dakwaan berlapis, mulai dari penyerangan, penyiksaan, pemerkosaan, dan pelecehan akibat mahar.

Namun, tidak sedikit wanita-wanita di India yang tidak berani melaporkan kasus yang menimpa mereka, sehingga menjadi korban kekerasan yang berujung pada kematian.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya