Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

28% Pekerja Seks Remaja di Bandung Raya Anak Sekolah

Kamis, 5 September 2013

BUKAN main-main, ini temuan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat. Bahwa, 28 persen pekerja seks anak/remaja di Bandung Raya adalah pelajar aktif atau masih bersekolah.

Seperti dikabarkan kompas.com, data tersebut diungkapkan Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Yeni Huriyani, pada acara Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Unisba 2013 di Aula Unisba, Jalan Taman Sari, Rabu (4/9/13) kemarin.

Menurut Yeni, para remaja yang terjerumus perilaku negatif ini masih bersekolah seperti pelajar pada umumnya. Pihak sekolah, bahkan orangtua mereka, mungkin tidak tahu aktivitas anak mereka di luar. Ironisnya, perilaku mereka dipicu antara lain oleh gaya hidup.

"Ada pergeseran dalam lingkungan. Gaya hidup jadi berubah. Hanya karena ingin bisa nongkrong di kafe elite, jajan di kafe elite, mereka seperti itu (jadi pekerja seks). Bahkan, ada yang ingin handphone bagus, lalu janjian di luar sekolah," katanya.

Dikatakan Yeni, kelompok tersebut sudah memiliki jaringan. Selain ada orang dewasa yang mengatur, aktivitas mereka juga dikendalikan oleh teman sendiri dengan memanfaatkan ponsel.

Saat ini, kata Yeni, teknologi menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi membuat orang cerdas dan sadar terhadap teknologi tinggi, tetapi di sisi lain menjerumuskan. "Jadi, orangtua juga harus tahu gadget anaknya itu apakah dimanfaatkan secara positif atau tidak," ujarnya.

Yeni juga mengatakan, saat ini anak-anak, khususnya remaja, berada dalam situasi kritis. Dari temuan lembaganya, diketahui ada yang masih berusia 13 tahun yang berarti mereka masih bisa disebut anak-anak karena masih duduk di bangku SMP.

Kebanyakan mereka berusia di bawah 18 tahun. Pada masa inilah sedang terjadi transisi atau peralihan dari anak-anak ke remaja. "Orangtua sekarang masih belum terbuka tentang pendidikan seksual, masih menganggap tabu. Akhirnya anak mencari sendiri, coba-coba lalu terjerumus," katanya.

Dalam data P2TP2A Jawa Barat juga ditemukan bahwa anak-anak jalanan di bawah usia 13 tahun sudah melalukan seks bebas. Di Kota Bandung tahun 1980-an, persoalan seks bebas melanda mahasiswa. Namun, usianya sekarang terus mengalami pergeseran.

Soal pihak sekolah tahu perilaku siswinya yang seperti itu, Yeni mengatakan, ada kemungkinan pihak sekolah tidak tahu, atau sudah tahu tapi menutup mata karena takut aib dan mencemarkan nama sekolah.* das – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya