Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Benny Se Teo

Mantan Narapidana yang Jadi “Raja” Kuliner

Senin, 9 September 2013

MENGAGUMKAN. Cukup satu kata untuk menggambarkan keberhasilan seorang mantan residivis sekaligus pecandu narkoba mengubah cibiran menjadi pujian.

Adalah Benny Se Teo, pria asal Singapura yang telah membuktikan bahwa mantan residivis bisa berprestasi dan berhasil. Ya, pria berusia 53 tahun yang menghabiskan setengah usianya di penjara ini, telah menjadi “raja” kuliner di kawasan perbelanjaan terkenal di Singapura, Orchad Road.

Melalui Restoran Eighteen Chefs, Benny sukses menaklukan lidah pecinta kuliner di Negeri Singa itu.

Sama sekali tidak terlihat bahwa Benny adalah seorang pria yang sejak usia 14 tahun rutin masuk-keluar penjara akibat kasus narkoba. Tahun 2003, Benny terakhir kali keluar dari penjara dan kemudian mengubah hidupnya menjadi seorang pengusaha kuliner sukses.

Saat memulai bisnisnya, Benny sama sekali tidak mengantongi modal. Namun, Benny mempunyai hobi masak, hingga di penjara dipercaya menjadi koki bagi sipir penjara. Berbekal hobinya, pria berkepala plontos ini mencoba mendatangi Jamie Oliver, seorang chef selebriti di Inggris yang memberikan pelatihan bagi mantan narapidana untuk menjadi koki.

Beruntung, keinginan Benny untuk menjadi koki dikabulkan Oliver. Bahkan semua biaya perjalanan dan akomodasi di Inggris selama satu bulan, ditanggung Jamie. Tak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan padanya, Benny berusaha melaksanakan tugas yang diberikan Jamie.

Di restoran milik Jamie, Benny mendapat kepercayaan menyiapkan chilli crab, kudapan terkenal Singapura. Tidak sia-sia, chilli crab buatan Benny yang merupakan menu baru, justru menjadi favorit bagi pelanggan. Hingga akhirnya chilli crab ala Benny diulas di berbagai majalah kuliner Inggris.

Selesai magang di restoran Jamie di Inggris, Benny pulang ke Singapura dengan membawa rasa bangga. Tetapi, untuk memulai usaha, dirinya terkendala dengan modal. Kendala akhirnya bisa diatasi ketika seorang investor di Singapura mengajaknya membuka restoran.

Tahun 2007, Benny membuka restoran dengan mempekerjakan teman-temannya, mantan narapidana. Awalnya restoran ini ramai dikunjungi, namun lama kelamaan ditinggalkan pelanggan karena mereka takut melihat pelayannya yang berbadan tinggi besar, berwajah sangar, dan bertato pula.

Dengan tetap mempertahankan teman-temannya sebagai pelayan, Benny mengubah konsep dengan menjadikan remaja sebagai sasaran pasarnya. Benny menjadikan restorannya sebagai tempat yang asyik untuk makan dengan hidangan yang lezat dan harga yang terjangkau.

Kini, Restoran Eighteen Chefs dengan menu andalan Heart Attack Fried Rice, memiliki tiga gerai di tiga tempat nongkrong mewah anak-anak muda kaya Singapura. Gerai di Cathay Cineleisure Orchard adalah yang dibuka pada Mei tahun ini adalah yang terbaru.

Di tengah keberhasilannya, Benny tetap pada komitmennya untuk mempekerjakan mantan narapidana. Menurut pria yang masih melajang ini, tanpa pekerjaan para narapidana tidak bisa hidup layak dan ini bisa menggoda mereka untuk kembali terjun ke dunia kriminal. Mengagumkan bukan? Kisah seorang mantan narapidana yang benar-benar menginspirasi.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya