Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Hampir Seperempat Pria Asia Pernah Memerkosa

Selasa, 10 September 2013

MENGEJUTKAN. laporan PBB tentang tindak kekerasan terhadap wanita di beberapa wilayah di Asia, menunjukkan bahwa hampir seperempat dari pria yang disurvei untuk laporan itu, mengaku melakukan setidaknya satu kali pemerkosaan. Survei ini melibatkan sekitar 10.000 pria dari enam negara yang ikut ambil bagian dalam survei tersebut.

 

Penulis laporan tersebut, Dr. Emma Fulu, mengatakan, hasil survei tidak mewakili seluruh karakteristik wilayah Asia dan Pasifik, tetapi para respondennya berasal dari wilayah demografis yang beragam dan sesuai dengan negara yang akan dipelajari. Perkosaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah, memaksakan hubungan seksual kepada pasangan (istri/pacar), padahal pasangan tidak menginginkan atau melakukan hubungan seksual dengan seorang wanita ketika wanita itu dalam keadaan tidak sadar atau di bawah tekanan.

Dilansir dari KOMPAS.com, survei tentang tindak kekerasan terhadap wanita ini merupakan yang pertama yang bersifat multi-nasional. Survei ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap meluasnya kekerasan terhadap wanita di wilayah Asia.

Survei yang telah dipublikasikan dalam jurnal Lancet Global Health ini menyebutkan bahwa sebagian responden memandang perkosaan sebagai hal umum yang terjadi dalam suatu hubungan. Namun, satu dari 10 responden mengaku memperkosa wanita yang bukan pasangannya. Dari mereka yang mengaku memerkosa, hanya kurang dari setengahnya mengatakan mereka melakukannya lebih dari sekali.

Dr. Emma Fulu mengakatakan, angka kejadian perkosaan bervariasi di tiap-tiap negara. Di Papua Niugini, sebanyak lebih dari enam orang dari sepuluh pria yang disurvei mengaku memaksa wanita untuk melakukan hubungan seksual. Di Banglades, hanya kurang dari satu dari sepuluh pria yang melakukan ini. Di Kamboja, China, dan Indonesia, angkanya bervariasi dari satu, lima, hingga separuh dari jumlah pria yang mengikuti survei ini.

Sekitar tiga perempat responden yang melakukan perkosaan, lanjut Dr. Emma Fulu, mengaku melakukannya karena alasan "hak seksual”. Mereka percaya mereka memiliki hak untuk berhubungan seksual dengan wanita tanpa mempertimbangkan izin dari para perempuan. Alasan lainnya adalah sebagai bentuk penghukuman atau karena mereka marah.

“Alasan paling umum berikutnya adalah memerkosa untuk mendapatkan hiburan, untuk mencari kesenangan, atau karena mereka bosan. Namun, secara mengejutkan ditemukan adanya motivasi yang paling tidak umum, yaitu dorongan alkohol," katanya.

Dalam laporannya, Dr. Emma Fulu menampilkan persentase pria yang mengaku memerkosa di negara yang menjadi objek survei, yaitu: Pulau Bougainville (Papua Niugini) 62 %; Provinsi Papua (Indonesia) 48,6 %, Wilayah Perkotaan di Indonesia 26,2 %, Wilayah Perdesaan di Indonesia 19,5%; Wilayah Perkotaan dan Desa di China 22,2 %; Kamboja 20,4 %; Sri Lanka 14,5 %; Wilayah Perdesaan Bangladesh 14,1 % dan Wilayah Perkotaan Banglades 9,5 %.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya