Jangan Mengejek, Namaku Keihanaikukauakahihuliheekahaunaele!
GARA-GARA namanya dianggap terlalu panjang, seorang wanita Hawaii mengalami masalah dengan petugas pengurus kependudukan. Ia diharuskan memotong namanya supaya bisa masuk kolom nama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Memang sepanjang apa namanya, sampai-sampai harus dipotong? Ini nama wanita asal Hawaii itu, Janice 'Lokelani' Keihanaikukauakahihuliheekahaunaele. Nama depannya tidak bermasalah, tetapi nama belakangnya yang tak mungkin dimasukkan di KTP.
Diberitakan The Daily Mail, Kamis, 12 September 2013, Jenice mengaku diejek oleh petugas pengurus data kependudukan. Petugas tersebut tertawa dan menjadikannya bahan olok-olok saat mereka membaca nama belakangnya yang terdiri atas 36 karakter.
Jenice merasa tersinggung dengan sikap petugas yang menghina nama peninggalan suaminya itu. "Betapa tidak hormatnya orang-orang Hawaaii," katanya kecewa.
Menurut Janice nama panjangnya itu sangat penting karena itu merupakan peninggalan dari suaminya. “Bagi sebagian orang di dunia ini nama sangatlah penting. Jika saya mengatakan nama panjang saya kepada para tetua di Hawaii mereka akan tahu silsilah generasi keluarga saya hanya dari nama saya itu,” ujar Janice 'Lokelani' Keihanaikukauakahihuliheekahaunaele.
Selama 20 tahun Janice memiliki dua kartu identitas, KTP dan Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM Janice memuat nama dia dan keluarganya, tapi nama depan dan tengahnya dihapus karena tidak muat di kolom kartu nama. Namun pemerintahan Hawaii dengan perlakuan khusus mengizinkan dia menggunakan nama lengkapnya di KTP. Masalah timbul ketika masa berlaku KTP Janice habis pada Mei lalu, dan ketika diperbarui ternyata namanya tidak lagi lengkap seperti sebelumnya.
Ketika menghubungi petugas setempat dia disuruh memotong namanya supaya masuk ke kolom KTP. Padahal nama yang tidak lengkap di KTP membuat masalah ketika dia harus bepergian atau dihentikan polisi di jalan.* Ati - kisuta.com


