Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Pemerintah Inggris Kenakan Pungutan Rp 900 untuk Setiap Penggunaan Satu Kantong Plastik

Minggu, 15 September 2013

KANTONG plastik merupakan masalah serius terkait dengan kebersihan lingkungan yang perlu mendapat penanganan segera. Selama beberapa dekade, plastik yang terbuat dari polimer sintetis telah menyumbang sampah terbesar yang sulit sekali terurai, diperkirakan baru dapat terurai setelah 100 tahun.

Seriusnya masalah plastik bagi keselamatan lingkungan hidup, menyebabkan Pemerintah Inggris berencana menerapkan aturan berupa pungutan biaya bagi penggunaan kantong plastik. Sebelumnya, di Wales dan Irlandia Utara sudah diterapkan aturan ini dan hasilnya sangat efektif menekan penggunaan kantong plastik. Kebijakan yang telah sejak 2011 silam, telah terbukti berhasil mengurangi penggunaan kantong plastik sebesar 75%.

Pemerintah Inggris rencananya akan mengutip biaya sebesar 5p atau sekitar Rp900 untuk setiap kantong plastik yang digunakan saat berbelanja. Rencana ini sangat serius karena menurut Wakil Perdana Menteri, Nick Clegg, kenijakan ini akan dirilis dalam sebuah konferensi partai Liberal Demokrat dalam waktu dekat. Kebijakan ini menurut Clegg sebagai bagian dari kampanye untuk mengurangi penggunaan plastic dan akan berlaku efektif setelah Pemilu 2015. Clegg mengaku sangat khawatir dengan pengaruh lingkungan yang ditimbulkan oleh kantong plastik, terutama bagi binatang air.

Clegg mengungkapkan, pungutan bagi penggunaan kantong plastik ini hanya diberlakukan bagi supermarket dan toko-toko besar. Uang dari pungutan biaya ini akan dimasukkan ke yayasan amal.

Meskipun akan membuat masyarakat tidak senang dengan adanya pungutan ini, namun kebijakan ini mendapat dukungan dari aktivis lingkungan hidup dan juga pengelola supermarket. Sejumlah supermarket, diantaranya Mark & Spencer telah mendorong pelanggan mereka untuk membatasi penggunaan kantong plastik dengan memberikan diskon bagi pelanggan yang membawa kantong sendiri. Sementara kelompok aktivis lingkungan telah lama mendesak kebijakan ini diberlakukan karena sampah kantong plastik telah memenuhi jalan-jalan dan kawasan perairan di Inggris.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya