Gadis Miskin yang Genius, Usia 13 Tahun Tempuh Program Master Mikrobiologi
INDIA merupakan salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah penduduk miskin cukup banyak. Menurut Komisi Perencanaan (Planning Commission) India, jumlah penduduk miskin pada tahun 2009-2010 mencapai 360 juta orang. Penduduk India sendiri diperkirakan mencapai 1,237 miliar jiwa.
Karena kemiskinan, tak heran jika banyak penduduk di India tidak mendapatkan pendidikan selayaknya, terutama kaum wanita. Namun, bagi sebagian kecil penduduk India, kemiskinan yang membelenggu mereka bukan menjadi alasan untuk menjadi bodoh. Mereka justru tertantang untuk melepaskan belenggu itu dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dalam keterbatasan.
Sushma Verma, remaja putri yang berasal dari keluarga miskin India, telah membuktikan hal itu. Di usianya yang baru 13 tahun, Sushma sedang mengambil program master di Lucknow University. Jurusan yang diambilnya pun tidak tanggung-tanggung, mikrobiologi.
Sushma memang sedikit dari penduduk miskin India yang berhasil maju dalam pendidikannya. Diberitakan News Karnataka, Selasa, 17 September 2013, Sushma menyelesaikan SMA pada usia 7 tahun dan memperoleh gelar sarjana di usia 13 tahun. Saat kuliah, Sushma adalah mahasiswi termuda. Tentu butuh waktu baginya untuk membiasakan diri belajar bersama orang-orang yang jauh lebih besar darinya.
"Pada awalnya hal itu menakutkan tapi semua orang benar-benar baik, jadi saya baik-baik saja," ucap Sushma.
Sushma merupakan gadis remaja yang sangat beruntung, meski lahir di keluarga miskin, namun orangtuanya memberi dukungan yang luar biasa besar padanya untuk melanjutkan pendidikan. Melihat kemampuan Sushma, ayahnya, Tej Bahadur Verma tak ragu menjual tanahnya guna membiayai sebagian biaya kuliah putrinya di Lucknow University. Ayahnya sangat berharap dengan pendidikan tinggi, keluarga mereka bisa memperbaiki kehidupan ekonomi dan sosialnya.
Tej Bahadur, adalah seorang buruh harian. Dalam sehari, ia mendapatkan sekitar Rp 35 ribu yang harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya, istrinya, dan tiga anaknya. Meski bukan orang kaya, Tej Bahadur bersedia mengupayakan yang terbaik untuk pendidikan anaknya.
"Saya berpikir bahwa pendidikan itu penting bagi anak-anak saya, jadi saya tidak ragu-ragu menjual lahan tersebut. Kami tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar. Saya tidak ingin anak-anak saya bekerja sebagai buruh, saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk mendidik mereka," kata Tej Bahadur.
Sementara Sushma, meskipun prestasinya sangat gemilang, dirinya tetaplah pribadi yang sederhana. "Saya bahagia dengan apa yang kami miliki. Tentu saja saya ingin punya banyak hal. Tapi saya berterimakasih pada Tuhan yang telah memberi saya anugerah untuk belajar," katanya.* Ati - kisuta.com


