Kawin Lari, Sejoli Itu Dibunuh Keluarga Sendiri
BUDAYA sejumlah suku di India yang menghalalkan pembunuhan demi kehormatan kembali memakan korban jiwa. Bahkan, kali ini kejadian yang menimpa pasangan muda-mudi Nidhi (20) dan pacarnya, Dharmender Barak (23), sangat tragis.
Laporan Daily Mail dan Kantor Berita AFP, Jumat (20/9/13) menyebutkan, sejoli asal Kampung Gharnavati, Haryana, India, itu tewas dibunuh keluarga mereka sendiri pada Kamis (21/9/13) malam.
Parahnya, anggota keluarga yang membunuh sejoli ini, baik dari pihak perempuan maupun lelaki, tak menyesal melakukan itu. Bahkan, mereka mengatakan, keduanya pantas dibunuh karena telah mempermalukan nama keluarga.
Terkait pembunuhan yang menimpa pasangan Nidhi dan Dharmander, dilaporkan, keduanya berasal dari kasta dan kampung yang sama. Namun, hubungan asmara keduanya tak direstui orang tua, baik dari pihak lelaki maupun perempuan. Namun, ini tak menghalangi keduanya untuk terus melangsungkan hubungan asmara. Bahkan, mereka pun memutuskan kawin lari dan kabur ke New Delhi. Mereka tinggal di sana selama tiga tahun sebelum akhirnya keduanya dibunuh dengan cara barbar pada Kamis malam itu.
Daily Mail yang mengutip keterangan otoritas Kepolisian Haryana mnyebutkan, insiden pembunuhan tragis itu diawali dengan dipanggilnya pasangan muda tersebut untuk pulang ke kampung mereka di Gharnavati. Mereka dijanjikan akan dinikahkan secara resmi. Tak ayal, ini membuat Nidhi dan Dharmander girang karena hubungan cinta mereka akhirnya mendapat restu. Namun, ternyata itu semua hanya taktik dari kedua orang tua mereka yang sebenarnya telah merencanakan pembunuhan sadis untuk keduanya itu.
Nidhi yang merupakan mahasiswi jurusan seni itu dilaporkan dipukuli sampai tewas oleh paman dan adik laki-lakinya. Saat ini, sang paman dan orang tua Nidhi sudah ditangkap. Sementara sang adik masih diburu karena usai kejadian langsung melarikan diri. Polisi datang ke rumah Nidhi saat pihak keluarga hendak membakar jenazahnya yang kemudian dibatalkan pihak kepolisian Haryana.
Sementara pacarnya, Dharmander, yang merupakan mahasiswa teknik itu, juga mengalami penyiksaan berat sebelum tewas di tangan keluarganya sendiri. Bahkan, setelah tewas, kepala Dharmander dipenggal dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
"Kepala pemuda tersebut dipenggal keluarganya sendiri," kata pejabat Kepolisian Haryana, Inspektur Jenderal Kumar kepada Kantor Berita AFP.* das - kisuta.com


