Melongok Museum Ganja di Amsterdam
AMSTERDAM merupakan salah satu kota di dunia yang terkenal karena keunikannnya. Di kota ini, ditemukan museum-museum unik yang tak ada di kota lain, seperti museum ganja, museum seks, museum tato, dan museum kucing.
Di antara museum-museum unik tersebut, kisuta.com akan membahas soal museum ganja. Bagi sebagian negara-negara di dunia, ganja merupakan barang haram, sehingga patut dijauhi. Namun di Amsterdam, penduduknya bebas mengonsumsi ganja.
Bagi turis yang penasaran dengan marijuana yang biasa dikonsumsi warga Amsterdam dan juga obat-obat terlarang lainnya, namun tidak ingin mencobanya, bisa datang ke museum yang bernama “Amsterdam’s Hash Marihuana & Hemp Museum”. Museum ini dibuka sejak 1985 dan dikunjungi lebih dari dua juta wisatawan per tahunnya.
Museum ini sesungguhnya bukan untuk memamerkan ganja, tetapi didedikasikan untuk memberikan pemahaman tentang ganja dan kegunaannya. Di dalam museum Anda bisa melihat informasi mengenai sejarah dan penggunaan ganja, serta bagaimana ganja digunakan untuk keperluan pertanian, industri, bahkan aksesori pakaian dan kosmetik.
Ben Dronkers, pendiri museum ini mengatakan, “Melalui museum ini, kami ingin memberikan informasi kepada orang banyak mengenai apa itu hash, ganja, dan hemp”.
Sampai sekarang, museum ini sudah mempunyai lebih dari 6.000 koleksi. Sebagian besar dari benda koleksi di museum ini diperoleh Ben selama perjalanannya ke seluruh dunia. Museum ini buka setiap hari pukul 10:00 - 23:00 dengan harga tanda masuk (HTM) seharga 9 Euro.
Bagi yang ingin membawa oleh-oleh dari museum unik ini, ada toko dekat museum yang menjual merchandise dari hemp, seperti tas, dompet dan produk kosmetik. Ada juga poster, T-shirt, topi, dan suvenir lainnya. Ingin foto-foto juga bisa, tetapi harus mengikuti aturan yang berlaku di museum.* Ati – kisuta.com


