Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Mahasiswa UI Ubah Kulit Pisang Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Selasa, 24 September 2013

BANYAK orang beranggapan kulit pisang berbahaya, karena kulitnya yang licin bisa membuat orang terpeleset. Namun di tangan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kulit pisang menjadi sangat berharga dan bermanfaat. Mereka berhasil mengubah kulit pisang menjadi tisu yang bermanfaat bagi kulit.

 

Menyusul keberhasilan mahasiswa UNY, saat ini empat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil membuat inovasi baru dari kulit pisang. Mereka mengubah kulit pisang yang tak memiliki nilai jual itu, menjadi plastik. Tentu saja plastik dari kulit pisang ini ramah lingkungan, tak seperti plastik yang terbuat dari polimer sintetis yang baru bisa terurai setelah puluhan tahun.

Inovasi mengubah kulit pisang menjadi plastik, awalnya datang dari Muhammad Yusuf Maulana, mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) UI. Yusuf terinspisari dari penemuan salah seorang ilmuwan di Tangerang yang berhasil mengubah singkong menjadi plastik ramah lingkungan. Karena singkong dan pisang masih satu family, Yusuf berpikir, kulit pisang bisa menjadi bahan baku membuat plastik.

Ide kreatif ini, mengantarkan Yusuf mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Selain itu, Yusuf yang mengangkat plastik dari bahan baku kulit pisang, bersama timnya unggul dalam ajang Global TiC Award pada ketegori green technology. Yusuf menjadi CEO dalam tim BananaPlas Indonesia dengan anggota tim Putri Nur Astiwi dari Departemen Manajemen UI, Akhmad Irhas Robby dari Departemen Kimia UI, dan Indira Anindita dari Departemen Teknik Industri.

Global TiC Award merupakan ajang bergengsi tingkat internasional. Ajang ini menampilkan berbagai inovasi di bidang wirausaha dalam empat kategori, yaitu Green Technology, BioTechnology, IT, dan Social Entreprise. Global TiC Award tahun ini diikuti oleh sekira 30 tim dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Singapura, Malaysia, Mongolia, Inggris, dan Taiwan. Acara yang digelar di National Taipei University of Technology, Taiwan, berlangsung pada 19-23 Agustus 2013.

Selain berhasil unggul dalam ajang Global TiC Award pada kategori green technology, perkembangan penelitian kulit pisang tersebut juga menghantarkan Yusuf dan tim mendapat penghargaan The Most Unique Ideas dalam ajang HSBC Young Entrepreneurship Challenge 2012. Selain itu, BananaPlas juga pernah terpilih menjadi Grand Finalist dalam ajang ASEANpreneurs Idea Canvas dan berhasil menyisihkan lebih dari 300 aplikasi dari berbagai negara di ASEAN.

Dikutip dari laman UI, 21 September 2013, Yusuf menjelaskan, produk plastik yang terbuat dari kulit pisang berguna sebagai bahan baku plastik botol air mineral. "Karena bentuk akhirnya gel, maka kulit pisang dapat juga dimanfaatkan menjadi styrofoam ramah lingkungan," ungkap Yusuf yang bersama timnya masih terus melakukan uji coba untuk mendapatkan formula plastik terbaik.

Yusuf mengungkapkan cara membuat plastik dari kulit pisang. Pertama kulit pisang dikeringkan, kemudian dipotong-potong kecil. Potongan kecil ini kemudian diolah dengan mencampurkan sedikit campuran kimia. Setelah didiamkan selama satu hari, dari kulit pisang akan keluar zat amilopektin yang merupakan bahan baku pembuatan plastik. Setiap kali pengolahan, akan dihasilkan lebih kurang 20 persen zat amilopektin.

Yusuf dan tim terus berusaha menggodok penelitiannya hingga akhirnya dapat dibuat prototype. "Saat ini belum prototype, prosesnya masih panjang. Sejauh ini kami baru sampai ekstraksi," tuturnya.

Semoga ide kreatif Yusuf dan kawan-kawannya ini bisa segera terealisasi, sehingga bisa mengurangi sampah plastik dari polyster yang mencemari lingkungan.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya