Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah

Ditemukan Candi Baru di Dataran Tinggi Dieng

Senin, 30 September 2013

DATARAN Dieng terkenal dengan peninggalan budaya dan alamnya yang indah, sehingga menjadi tujuan wisata. Dieng merupakan kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Di Dieng ada kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain Candi Gatot Kaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati.

Baru-baru ini di dataran tinggi Dieng, tepatnya di Bukit Pangonan di sebelah selatan kawasan Candi Arjuna, ditemukan candi baru. Candi yang dinamakan Candi Pangonan ini, berada di ketinggian 2.400-2.500 meter di atas permukaan laut (dpl). Candi ini diperkirakan dibangun di abad ke-7, sama seperti candi lainnya di sekitar kawasan Dieng. Saat ini, Candi Pangonan sedang dieskavasi tim dari Balai Budaya Cagar Budaya (BBCB) Jawa Tengah untuk mengetahui berapa luas dan tinggi candi yang diduga dibangun di masa Kerajaan Singosari.

Candi Pangonan ditemukan pada Minggu, 22 September 2013 oleh Saroji (66), pegawai UPT Pariwisata Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Saat itu, kata Saroji kakek satu orang cucu ini tak sengaja menemukan candi yang tertutup oleh semak belukar.

Saroji menuturkan, pada hari Minggu sekitar pukul 02.30 WIT, dirinya ingin melihat matahari terbit (sunrise). Bersama beberapa orang teman, Saroji mendaki Bukit Pangon. Sekitar satu jam kemudian, Saroji sampai di puncak bukit dan melihat matahari terbit yang begitu indah. Sekitar pukul 05.30 WIT, ketika matahari sudah terang, Saroji bermaksud turun. Saat itu, dia melihat ada gundukan batu yang tertutup semak belukar.

"Saya lihat bentuknya seperti candi. Teman-teman mau gali, saya bilang jangan dulu," jelas Saroji yang melaporkan temuan itu ke pihak berwenang.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Aziz Ahmad, Candi Pangonan lebih kecil dari candi-candi yang sudah ada sebelumnya di Dieng. Tinggi candi ini hanya sekitar 3 meter.

Candi Pangonan berada di dataran tinggi Dieng, berbeda dengan 10 candi peninggalan agama Hindu yang ada di Dieng yang dibangun di lembah. Candi ini diduga untuk tempat pemujaan, namun belum diketahui, mengapa berada di tempat yang tinggi.

Arkeolog dari Balai Budaya Cagar Budaya (BBCB) Jawa Tengah Winda Artista Harimurti mengatakan, dilihat dari bentuknya, bangunan kuno tersebut memang menyerupai sebuah candi. Selain ada wujud kala di pintu depanya, lanjutnya, bangunan kuno tersebut juga menyerupai bangunan Candi-Candi Dieng.

"Mengacu pada wujud ditemukan nampaknya bangunan kuno ini memang merupakan bangunan candi. Namun untuk memastikannya, dari masa apa, apakah seperti ini wujudnya atau apakah candi ini merupakan bangunan lepas atau menjadi bagian dari sebuah situs masih diperlukan observasi tambahan," katanya seperti diberitakan detik.com.

Bangunan tubuh dari candi belum kelihatan sepenuhnya. Lebih-lebih bagian kaki, yang berada di kedalaman tanah juga belum tampak. Karenanya belum bisa dipastikan dari masa apa candi ini dibuat dan mengapa dibangun di atas gunung. Namun melihat dari posisi candi dan struktur bangunannya, imbuhnya, hampir dipastikan telah ada campur tangan manusia.

"Biasanya bangunan candi berada di tengah dan di puncak bukit, bukan terletak di pinggiran. Namun yang ditemui di lokasi, bangunan berada di pinggir puncak bukit. Bukti lain dari telah adanya campur tangan manusia adalah struktur bangunan candi yang tidak simetris serta ada bagian dinding yang terbalik dalam pemasangannya," katanya.

Mudah-mudahan sejarah Candi Pangonan segera terungkap, sehingga bisa memperkaya candi-candi yang sudah ada terlebih dahulu di Dieng.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya