Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Jika Sate Salah Mengolah Bisa Menyebabkan Kanker

Rabu, 2 Oktober 2013

SATE merupakan hidangan yang sangat populer di Indonesia. Sebagai negara asal mula sate, Indonesia mempunyai variasi resep sate yang sangat beragam. Resep dan cara pembuatan sate beraneka ragam bergantung variasi dan resep masing-masing daerah.

Saat ini sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Beberapa negara di dunia pun mulai mengenal sate.

Sate yang mengandung protein hewani ini, dihidangkan dengan cara dibakar. Bagi Anda yang menyukai sate, sebaiknya memperhatikan cara pengolahan sate. Di balik kelezatan sate, ada hal-hal yang perlu diwaspadai supaya sate yang Anda makan tetap sehat.

Karena dimatangkan dengan dibakar, sering kali permukaan daging sate menjadi kehitaman dan berkerak. Perubahan warna ini akibat proses pembakaran yang tidak sempurna dari zat organik sehingga menghasilkan senyawa baru seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) atau dikenal juga dengan zat karsinogenik yang merupakan salah satu penyebab kanker.

Anda tetap bisa mengonsumsi sate dengan meminimalisir warna kehitaman pada sate. Caranya, sate jangan dibakar langsung di atas api atau arang. Sebaiknya gunakan panggangan yang dilengkapi dengan besi pemanggangnya.

Selain itu, saat memanggang usahakan jangan sampai gosong atau berkerak. Hal ini berguna untuk mencegah proses pembakaran tidak sempurna sehingga efek karsinogenik tidak akan dialami langsung oleh tubuh.

Menurut Atin Nurafiatin, Ahli Gizi My Meal Catering seperti dikutip dari detikFood, untuk membuat sate yang sehat sebaiknya tidak menambahkan potongan lemak.

Penggunaan potongan lemak pada sate ini bertujuan untuk menguatkan rasa dan aroma gurih pada sate. Lemak sering kali diselipkan dalam satu tusuk sate. “Lemak masih bisa digunakan, asalkan dalam potongan kecil atau sedikit,” katanya.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya