Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

"Mbah Gugel" Membuat Orang Cenderung Pelupa

Minggu, 6 Oktober 2013

ZAMAN sekarang, rasanya tak ada orang yang tak mengenal “Mbah Gugel”. Dari anak-anak hingga orang dewasa, pasti mengenal si mbah yang pintar dan mengetahui segala dan banyak hal.

“Mbah Gugel” adalah julukan yang diberikan masyarakat Indonesia kepada situs pencari nomer wahid di dunia, Google. Situs ini bisa memberikan jawaban atas pertanyaan apapun yang dilontarkan oleh pengguna internet.

Banyak sisi positif dari kehadiran Google, karena manusia semakin mudah dan cepat jika membutuhkan jawaban dengan berbagai hal. Namun di samping sisi positif tersebut, ada sisi gelap dari kemudahan ini, karena kemudahan tersebut membuat manusia modern cenderung lebih pelupa dibandingkan generasi sebelumnya.

Kemudahan untuk menemukan jawaban, membuat manusia enggan bersusah payah mengingat tentang sesuatu hal. Toh bila membutuhkan jawaban, tinggal membuka internet saja, entah dari telepon seluluer (ponsel), tablet, atau komputer. Tak hanya pertanyaan di masa kini, “Mbah Gugel” bisa menjawab pertanyaan di masa lalu.

Menurut survei yang dilakukan oleh Grant's Whisky di Inggris, 87 persen dari 2.000 responden yag diteliti, memperlihatkan ketergantungan yang tinggi pada internet karena mereka tidak perlu repot atau susah-susah mengingat-ingat berbagai peristiwa karena mereka tinggal meng-Google-nya. Grant’s Whisky mensurvei ingatan 2.000 respoden dewasa dengan mengajukan pertanyaan tentang tanggal-tanggal kejadian penting yang pernah terjadi di dunia.

Survei ini menemukan sangat sedikit responden yang masih bisa mengingat pada tahun berapa Putri Diana meninggal dunia, meskipun itu baru terjadi pada tahun 1997. Tercatat juga kurang dari sepertiga responden tahu kapan Tembok Berlin runtuh dan hanya 50 persen responden yang benar-benar tahu kapan manusia pertama menginjakkan kakinya di bulan. Yang tak kalah mengejutkan, empat dari 10 responden mengaku tak tahu-menahu kapan berlangsungnya serangan 9/11 atas World Trade Center (WTC).

Namun survei memperlihatkan bahwa seluruh responden yang berasal dari Inggris ini, mampu mengingat tanggal-tanggal peristiwa yang terjadi pada saat Perang Dunia I dan Perang Dunia II, serta kemenangan Inggris di Piala Dunia 1966.

"Tanggal-tanggal tertentu yang sering ditekankan pada seseorang semasa sekolah akan cenderung terus bertahan dalam ingatan. Hanya saja 'seni' mengingat tanggal telah memudar dewasa ini dan kelihatannya makin ke sini kita pun makin kesusahan mempertahankan ingatan, terutama pada tanggal-tanggal peristiwa yang terjadi belakangan. Untuk peristiwa yang sudah lampau, ingatan justru empat kali lebih kuat," ungkap jubir dari Grant's Whisky seperti dilansir Daily Mail, Kamis, 3 Oktober 2013.

Dari situ peneliti yang dilakukan Grant’s Whisky dapat disimpulkan, meski internet merupakan sumber informasi yang luar biasa dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia modern, namun ternyata internet juga bisa mengubah cara tradisional yang dilakukan manusia untuk mengingat dan memproses sesuatu, apalagi jika dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya