Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Danau Natron

Menyimpan Misteri Mematikan, Airnya Mampu "Memumikan" Makhluk Hidup

Rabu, 9 Oktober 2013

NATRON merupakan nama danau di Tanzania bagian utara yang sangat terkenal karena misteri mematikan. Danau ini diberitakan mampu mengubah hewan yang melintas di atasnya atau yang ada di sekitarnya menjadi batu.

Natron adalah danau garam yang airnya memiliki pH sampai 10,5, begitu kaustik hingga bisa membakar kulit dan mata hewan yang tidak bisa beradaptasi dengannya. Ditambah lagi dengan suhu airnya yang bisa mencapai 60 derajat Celcius.

Garam yang terkandung di Danau Natron tidak seperti garam masak yang dipanen dari laut. Melainkan kapur magmatik yang telah ditempa dalam bumi, keluar melalui aliran lava, dan disemburkan ke udara menjadi awan abu setinggi 10 mil. Kapur magmatic tersebut keluar dari Ol Doinyo Lengai, sebuah gunung berapi berusia 1 juta tahun yang terletak di selatan Danau Natron.

Gunung Ol Doinyo Lengai telah meletus sedikitnya delapan kali sejak 1883, terakhir meletus pada 2007 lalu. Jika gunung berapi lain ketika meletus memuntahkan silikat, namun Ol Doinyo Lengai merupakan satu-satunya gunung di planet ini yang menyemburkan "natrocarbonatite" yang kaya akan sodium, kalium karbonat, nyerereite dan gregoryite. Jauh lebih asin dari silikat.

Nama danau ini diambil dari natron, yaitu mineral natrium karbonat dekahidrat (sodium carbonate decahydrate) yang biasa digunakan orang Mesir kuno untuk mengeringkan organ selama proses mumifikasi atau membuat mumi. Kandungan mineral dalam airnya juga punya fungsi sebagai pengawet bangkai hewan malang yang tercebur lalu mati, membuat seakan dicelupkan dalam adonan semen.

Kondisi tersebut membuat tidak ada satupun hewan yang bertahan melintas atau berada di Danau Natron. Ketika burung jatuh ke dalam air, maka senyawa dalam air danau langsung mengubah dagingnya menjadi batu seperti mumi. Satu-satunya spesies hewan yang dapat bertahan hidup di bawah permukaan danau adalah alkaline tilapia (Alcolapia alcalica), ikan sejenis nila yang bisa bertahan hidup di sepanjang tepi yang airnya kurang asin. Juga sejumlah bakteri.

Air danau memiliki soda dan garam sangat tinggi sehingga langsung mengeringkan tubuh hewan. Tingginya kandungan garam dirasakan oleh fotografer Nick Brandt yang memotret "mumi" hewan-hewan di Danau Natron. Film yang digunakannya untuk memotret langsung rusak dalam hitungan detik ketika berada di sana.

"Aku tidak menyangka menemukan hewan-hewan ini, burung dan kelelawar, yang terdampar di sepanjang garis Danau Natron di Tanzania Utara," tutur Brandt kepada CBSNews.com, 3 Oktober 2013.

"Menemukan mereka terdampar di sepanjang tepian Danau Natron, saya pikir sangat luar biasa. Bayangkan, setiap detil, dari ujung lidah kelelawar, rambut-rambut kecil di wajahnya, seluruh tubuh elang pemakan ikan, diawetkan dengan sempurna," kata Brandt yang menggunakan bangkai-bangkai hewan di Danau Natron sebagai model dari serial fotografi terbarunya yang mengerikan.

Belum diketahui bagaimana bisa burung-burung dan kelelawar terjun dalam air yang mematikan. Menurut Brandt, mungkin mereka bingung dengan "refleksi alami ekstrem" pada permukaan danau tersebut yang kerap berubah warna. Mirip dengan fenomena burung terbang ke arah jendela kaca dan menabraknya.

Saat memotret bangkai binatang yang kini mirip patung itu, Brant memutuskan untuk membuat mereka dalam posisi seakan masih hidup. Menaruh mereka di ranting pohon atau di atas air. "Aku menempatkan mereka dalam posisi 'hidup'. Seakan hidup lagi setelah mati," kata dia.

Sebagian hasil karya Brant kini dipamerkan di Hasted Kraeutler Gallery di New York dan akan dipublikasikan dalam buku fotografi berjudul, "Across The Ravaged Land".* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya