Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Peter Higgs dan Francois Englert

Penemu Partikel "Tuhan" Itu Menjadi Peraih Nobel

Minggu, 13 Oktober 2013

DUA ilmuwan penemu partikel "Tuhan", Peter Higgs dari Inggris dan Francois Englert dari Belgia , Selasa (8/10/13) berhasil memenangkan penghargaan Nobel Fisika 2013.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters yang mengutip keterangan panitia Nobel di Stockholm, Swedia, kedua fisikawan tersebut dinilai layak mendapatkan penghargaan paling prestisius di bidang iptek itu lantaran mereka berhasil menemukan teori terpenting soal bagaimana partikel subatom memperoleh massa. Dalam hal ini, penemuan partikel Tuhan oleh kedua ilmuwan tersebut lima puluh tahun lalu, dianggap berhasil menjawab pertanyaan soal asal usul alam semesta. Meski partikel "Tuhan" itu ditemukan pada tahun 1960-an, dunia baru mengakui itu pada 4 Juli 2012.

Sejak itu pula partikel temuan Higgs itu dinilai sebagai penemuan revolusioner karena telah menjadi tonggak sejarah perkembangan fisika partikel dan juga bisa menjelaskan soal bagaimana alam semesta ini tercipta.

Meski di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, penelitian soal alam semesta sering dicibir karena mengindikasikan kalau Tuhan sama sekali tak berperan dalam proses penciptaan. Sementara bagi orang yang beragama, mereka meyakini alam semesta itu ciptaan Tuhan.

Penemuan Higgs dan Englert justru menafikkan keberadaan "Tuhan" karena penemuan mereka menjelaskan asal usul massa. Tanpa adanya partikel Higgs, maka tak akan ada massa. Dalam artian, tak akan ada air, hewan, tumbuhan, manusia, dan objek lainnya. Sebenarnya Higgs berhasil menemukan teori yang menjelaskan asal usul massa itu setengah abad lalu, tetapi itu tak langsung diakui. Baru diakui pada 4 Juli 2012 lalu ketika para ilmuwan di pusat riset nuklir di Jenewa (CERN), berhasil membuktikan kebenaran teori Higgs itu. Saat itu, para ilmuwan CERN berhasil menemukan partikel Tuhan di laboratorium mereka di Large Hadron Collider (LHC).

Setelah CERN memvalidasi temuan Higgs pada 4 Juli 2012 itulah, dunia akhirnya mengakui temuan Higgs 50 tahun lalu itu. Bahkan, sejak itu pula fisikawan asal Inggris itu digadang-gadang akan mendapatkan hadiah Nobel. Oleh karena itu, pengumuman otoritas Nobel di Swedia soal pemenang Nobel Fisika, sebenarnya tak terlalu mengejutkan.

Mengomentari kemenangannya itu setelah menunggu lebih dari setengah abad itu, Higgs mengaku sangat terhormat dan berharap dunia akan lebih menghargai hasil-hasil penelitian yang terkait dengan alam semesta.

"Saya benar-benar bahagia menerima penghargaan ini dan mengucapkan terima kasih kepada Royal Swedish Academy," kata Higgs dalam pernyataan yang dirilis oleh University of Edinburgh, Inggris, tempatnya bekerja selama berpuluh-puluh tahun itu seperti dilansir Reuters.

"Saya berharap, penghargaan Nobel ini akan membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penelitian soal alam semesta," ujar ilmuwan berusia 84 tahun yang juga aktivis lingkungan hidup itu.

Hal senada juga diungkapkan Englert. "Saya benar-benar tak menyangka akan mendapatkan penghargaan yang sangat luar biasa ini," kata ilmuwan berusia 80 tahun itu lewat sambungan telepon kepada Reuters.

Selama ini, sebelum temuan Higgs diakui, komposisi sebuah atom selalu disebutkan terdiri dari proton, elektron dan neutron. Namun, berkat penemuan Higgs dan Englert, atom pun memiliki komposisi tambahan, yakni partikel Higgs-Boson atau sering disebut partikel Tuhan.

Penamaan ini sebenarnya tak tepat dan juga tak disukai Higgs. Pasalnya, sebagai seorang atheis, Higgs merasa penamaan itu akan menyesatkan banyak pihak karena orang awam akan mengira penemuannya terkait dengan Tuhan. Padahal, sama sekali tak ada kaitan dengan Tuhan maupun agama.

Seperti dilansir laman quora.com, munculnya nama partikel "Tuhan" itu berasal dari pernyataan ahli fisika Leon Lederman dalam bukunya berjudul "God Particle: If Universe is the Answer, what is the question?. Di bukunya dia menuliskan temuan penting Higgs itu sebagai goddamn particle, tetapi penerbit buku tersebut menolak penyebutan itu lantaran kata "goddamn" sangat kasar dan melecehkan, sehingga akhirnya dipotong menjadi "god".* Icha - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya