Berjalan Mampu Kurangi Risiko Stroke
JURNAL Stroke di Amerika Serikat baru-baru ini mempublikasikan hasil penelitian José María Huerta dari Murcia Regional Health Authority di Spanyol tentang stroke. Menurut sang peneliti, aktivitas fisik sederhana seperti berjalan selama tiga jam setiap minggu, dapat membantu perempuan untuk mengurangi risiko terkena stroke.
“Intinya tetap sama, melakukan aktivitas fisik sangat baik bagi kesehatan,” ujar Jose Maria Huerta.
Penelitian ini melibatkan 13.576 pria dan 19.416 wanita berusia 29-69 tahun yang merupakan bagian dari European Prospective Investigation into Cancer dan Nutrition cohort di Spanyol. Peserta mengisi kuesioner tentang jumlah jam yang mereka habiskan untuk kegiatan fisik.
Para peneliti menemukan hubungan terbalik antara aktivitas fisik dan masalah kardiovaskular pada wanita, tapi tidak pada pria. Dari penelitian itu diketahui bahwa wanita yang berjalan dengan rata-rata waktu 3,5 jam atau lebih setiap minggunya, memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena stroke. Para peneliti memberikan rekomendasi untuk paling tidak melakukan aktivitas fisik dengan intensitas moderat selama 150 menit per minggu.
Stroke terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu atau ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga darah keluar ke dalam ruangan di otak sehingga mengganggu kerja sel-sel otak. Rasa pusing dan mati rasa tiba-tiba yang terjadi terutama pada satu sisi tubuh serta kehilangan keseimbangan adalah gejala umum dari stroke.
Penelitian sebelumnya yang juga diterbitkan dalam jurnal Stroke menyatakan bahwa menurunkan asupan natrium dapat membantu dalam mengurangi risiko stroke. Studi lain menemukan bahwa mengganti produk susu tinggi lemak dengan produk yang rendah lemak pun dapat mencegah stroke.* Ati - kisuta.com


