Parkir Sembarangan, Hillary Clinton Ditilang Rp 1,4 Juta
GARA-GARA mobilnya parkir sembarangan di Lapangan St. James, Mayfair, London, Inggris, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton kena tilang polisi London. Mercedes Benz mewah berwarna silver berplat nomor diplomat yang membawa istri mantan Presiden AS, Bill Clinton ke Chatham House, parkir di Lapangan St. James tanpa membayar.
Kehadiran Hillary di Chatham House untuk menerima sebuah penghargaan atas kontribusinya dalam diplomasi internasional. Selain itu, dia juga dianggap sebagai ikon yang memperjuangkan kesetaraan dan kesempatan bagi kaum perempuan.
Diberitakan Daily Mail, Kamis, 17 Oktober 2013, selain mobil milik Hillary, diparkir juga lima mobil yang ditumpangi pengawal pribadinya. Menurut aturan yang berlaku, parkir di Lapangan St James dikenakan 3,3 Poundsterling atau Rp58 ribu setiap jamnya. Namun Hillary dan pengawalnya tidak membeli tiket parkir, sehingga polisi setempat yang melihat pelanggaran itu, langsung menilangnya dengan memberikan tiket parkir senilai 80 Poundsterling atau senilai Rp 1,4 juta.
Seorang fotografer bernama Greg Brennan secara kebetulan ada di sekitar Lapangan St. James saat sang polisi menilang mobil Hillary Clinton. Menurut Brennan, saat kejadian, hanya ada dua pengawal Hillary yang berada di luar mobil, sementara lima orang lainnya menunggu di dalam mobil Mercedes. Saat kejadian, lokasi di sekitar Lapangan St. James sedang diguyur hujan.
Ketika polisi memberikan tiket parkir, lima pengawal pribadi Hillary langsung keluar mobil, tidak terima mobil bosnya ditilang. Sambil memperlihatkan lencananya, para pengawal itu memprotes tilang. Namun, sang polisi tetap memberikan tiket parkir.
Aksi berani si polisi menuai pujian dari anggota kabinet Dewan Kota Westminester, Daniel Astaire. Menurut Astaire, apa yang dilakukan polisi sudah tepat. "Mantan Menlu AS memarkirkan mobilnya di sana selama hampir 45 menit tanpa membayar. Saya yakin, dia akan memahami bahwa kami semua harus bersikap sama terhadap siapa pun, tidak peduli apa pun status mereka di dunia ini," ujar Astaire.
Dia bahkan menyarankan Hillary untuk mengunduh sebuah aplikasi di ponsel Iphonenya yang dapat memberikan informasi soal tempat parkir legal di kota Westminster. Aturan itu dipahami betul oleh Hillary dengan membayar tagihan tiket parkir dua minggu setelah kejadian.
Sayangnya, tagihan yang dibayar menggunakan kartu kredit itu, Hillary hanya membayar 80 Poundsterling. Jumlah kartu parkir yang dibayarkan Clinton tidak sebanding dengan nominal yang biasanya disetor oleh para diplomat Negeri Paman Sam. Menurut Dewan Kota Westminster, rata-rata diplomat AS membayar tagihan kurang dari 1000 Poundsterling atau Rp17,7 juta.
Niat baik Hillary disambut baik oleh Pemkot London yang kemudian memotong tagihan kartu parkirnya hingga separuh, sehingga dia hanya membayar 40 Poundsterling atau Rp705 ribu.
Menurut informasi pemerintah London, selama ini diplomat-diplomat AS di kota London masih menunggak biaya tilang parkir senilai 7,5 juta Poundsterling atau Rp132 miliar karena tidak pernah dibayarkan dalam satu dekade.* Ati - kisuta.com


