Jika ABG Bokek Mau Karaoke
GARA-GARA ingin karaokean tapi tak punya uang, tiga remaja belasan tahun di Semarang nekat merampas motor milik warga yang melintas di Jln. Soekarno Hatta, Semarang. Dalam aksinya, mereka membacok korbannya dengan golok bermata tajam bergerigi yang biasa digunakan untuk memotong es.
Zainal Arifin (18), Muhammad Fida Satriaji (19), dan seorang lagi masih berstatus pelajar SMP, IF (15) saat ini ditahan di Mapolrestabes Semarang. Polisi masih memburu empat anggota pelaku lainnya yang kabur saat penangkapan.
Para pelaku ternyata sudah beberapa kali melakukan aksi perampasan. Bahkan diantara mereka ada yang baru keluar penjara karana aksi perampasan. Saat beraksi, mereka biasanya bertujuh yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing beranggotakan tiga orang dan empat orang. Modusnya, mereka mendekati korban yang sedang melaju dengan motornya. Kemudian menyabetkan golok bergerigi kepada korbannya.
Terakhir mereka beraksi di dekat Terowongan USM di Jln. Soekarno Hatta, Semarang dengan korbannya bernama Zainal Abidin Annur, 30 September 2013. Mereka berhasil menebaskan golok ke tangan korban hingga terjatuh. Begitu korban tak berdaya, mereka langsung membawa kabur motor.
Menurut Zainal Arifin, pelaku yang baru dua bulan keluar dari penjara ini, aksi kelompoknya tak hanya perampasan dengan kekerasan, namun juga melakukan penjambretan. Hasil kejahatan dijual kepada penadah bernama Nanda dan Gundul. “Satu motor biasanya dihargai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta,” kata Zainal Arifin yang saat dibekuk polisi, kakinya dihadiahi timah panas karena mencoba kabur.
Hasil penjualan motor rampasan kemudian dibagi tujuh. Uangnya mereka gunakan untuk foya-foya, diantaranya untuk karaokean.
Menurut Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Djihartono, remaja pelaku perampasan dengan kekerasan tersebut, mempunyai lokasi khusus. Diantara belasan lokasi aksi kejahatan mereka adalah, kawasan Tugu Muda, Sampangan, pasar Johar, Jalan Pahlawan, Masjid Agung Jawa Tengah, dan Jalan Dr. Cipto. "Sasarannya pengendara motor yang melintas di jalan gelap," kata Djihartono.* Ati - kisuta.com


