Lachanophobia, Sayur dan Buah pun Jadi Menakutkan
JIKA anak Anda tidak suka makan sayur dan buah, jangan memaksanya dengan cara-cara yang justru membuat anak menjadi membenci bahkan menjadi fobia terhadap sayur dan buah. Di dunia medis, fobia atau takut terhadap buah dan sayur dinamakan lachanophobia.
Penderita lachanophobia tidak bisa makan sayur dan buah. Jangankan memakannya, melihatnya saja sudah membuat mereka cemas, berkeringat, mual, dan jantung berdegup kencang. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan fobia ini, kalaupun ada hanyalah obat untuk mengurangi gejalanya.
Lachanophobia merupakan penyakit psikologis yang langka dan biasanya berawal dari sebuah peristiwa traumatik saat masih kecil. Di Inggris, sekitar 13 persen penduduknya menderita fobia ini. Vicki Larrieux (22), salah seorang mahasiswa di Portsmouth, Inggris yang menderita lachanophobia.
Larrieux tak bisa makan sayur, sehingga sejak kecil hanya makan daging, kentang, sereal, dan apel. "Semakin dewasa, saya semakin sadar ini bukan sekadar tidak suka saja. Ketidaksukaan itu sudah jadi ketakutan. Di mana saja dan kapan saja saya melihat sayuran, saya langsung panik, berkeringat dan jantung saya berdetak kencang," tutur Larrieux seperti dilansir Daily Mail.
Karena penyakitnya itu, Larrieux terpaksa belanja ke supermarket pada malam hari. Itu karena pada malam hari biasanya sayuran sudah tidak dipajang lagi di depan pintu. "Sangat berat rasanya ketika melewati supermarket, karena sayuran banyak ditempatkan di depan pintu," kata Larrieux.
Selain Larrieux, ada Dee Vyas (34), penduduk London, Inggris yang juga mengidap lachanophobia. "Saya panik jika melihat buah dan sayur di piring. Tomat membuat saya merinding, sedangkan pisang bikin ngeri. Ironis, karena meski saya takut buah dan sayur, saya seorang vegetarian," katanya.
Vyas (lihat foto) mengaku, fobianya berkembang sejak orangtuanya memaksa makan sayur dan buah ketika kecil. "Di umur 12 tahun saya memutuskan: cukup. Saya menolak makan sayur, dan sejak saat itu saya tak pernah menyentuhnya," tuturnya kepada Daily Mail.
Karena tak menyantap daging, buah, maupun sayur, Vyas bertahan hidup dengan memakan makanan yang kurang menyehatkan. Contohnya adalah nasi, pasta, kentang, soda, cokelat, keripik kentang, es krim, keju, dan sereal.
Ketakutannya kepada sayur dan buah, membuatnya merasa ngeri ketika melihat lorong sayur dan buah di supermarket. Vyas mengaku, tak hanya mengganggu secara fisik, ternyata fobia ini pun mengganggu kehidupan sosialnya.
“Saya jadi lebih suka makan sendiri serta memesan menu anak-anak. Terkadang saya hanya memesan sepiring pasta atau keripik kentang polos yang membuatnya malu. Bahkan saya tak tahan rasa saus tomat dan jus buah," keluh wanita yang bekerja sebagai staf administrasi ini.
Penderita lachanophobia sebenarnya bisa disembuhkan menggunakan teknik “Psychological Re-programming”. Melalui teknik ini, otak seorang Lachanophobia akan diprogram dan dikontrol untuk tidak gelisah atau panik ketika melihat benda yang mereka takuti. Penanganan penyakit fobia juga bisa dilakukan dengan obat-obatan dan dalam bentuk “self-help groups”.
Jadi, setelah mengetahui lachanophobia, maka sebaiknya para orangtua hati-hati ketika mengajak anak untuk menyukai sayur dan buah. Jangan memaksa mereka yang justru bisa menimbulkan fobia sehingga mereka takut terhadap sayur dan buah.* Ati - kisuta.com


