Guru yang Korbankan Nyawa untuk Melindungi Murid-muridnya
AKSI penembakan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Amerika Serikat. Bukan hanya di tempat umum, penembakan brutal juga kerap terjadi di sekolah. Bahkan penembakan di sekolah sudah sering terjadi dan memakan korban yang tidak sedikit. Pada Desembber 2012, insiden penembakan brutal yang terjadi di Sekolah Sandyhook di Newton, Connecticut, telah menewaskan 26 orang, termasuk 20 siswa sekolah itu.
Insiden penembakan di sekolah paling baru, terjadi di Nevada, Amerika Serikat. Diberitakan ABC News, 22 Oktober 2013, seorang guru di Sparks Middle School menjadi korban penembakan saat mencoba melindungi murid-muridnya dari serangan pelaku penembakan yang juga seorang pelajar. Guru matematika bernama Michael Landsberry ditembak saat berusaha membujuk pelaku untuk meletakkan senjata.
Landsberry yang merupakan veteran perang Afghanistan itu, mencoba melindungi murid-muridnya dari serangan pelaku penembakan. Dalam upayanya, Landsberry mendekati pelaku. Sayang bujukannya tak berhasil, pelaku justru menembak guru yang pernah bertugas dua kali di Afghanistan bersama Garda Nasional Nevada.
Aksi heroik Landsberry sangat membekas di hati murid-muridnya dan rekan-rekannya sesama guru. Bahkan Wakil Kepala Kepolisian Reno, Tom Robinson menyebutkan sebagai seorang pahlawan. “Menurut saya, dia pahlawan. Kami tahu dia mencoba menghalangi pelaku menembak murid-muridnya,” kata Robinson.
Pujian juga disampaikan Kepala Militer Sparks, Nevada, Mayor Geno Martini. Menurutnya, Landsberry tak hanya telah membela negara, tetapi juga membela murid-muridnya. Landsberry memang layak mendapat julukan pahlawan karena mau mengorbankan jiwanya untuk murid-muridnya.
Dalam insiden tersebut, dua orang murid terluka. Sedangkan pelaku tewas setelah menembakkan diri dengan senjata yang digunakan untuk menembak gurunya.
“Saya melihat di lapangan basket, seseorang berseragam sekolah yang usianya sekitar 12 tahun, menembak Pak Guru Landsberry yang sedang membujuknya untuk meletakkan senjata,” ujar Kyle Nucum (13), murid Sparks Middle School.
"Saya pertama mengira itu adalah kembang api, tetapi saya lihat seorang siswa mengacungkan pistol ke arah guru. Kemudian siswa itu menembak ke arah guru tersebut dan semua orang berlari, saat kami berlari kami mendengar empat atau lima kali tembakan,” ujar Nucum.
Akibat insiden penembakan itu, para pelajar Sparks Middle School dan sebuah sekolah terdekat lainnya dievakuasi dan kelas diliburkan. Sekitar 200 petugas kepolisian langsung menuju lokasi penembakan, tetapi tidak terjadi insiden baku tembak. Di titik lokasi evakuasi, orangtua yang dipertemukan dengan anak-anak mereka terlihat menangis.
Kepolisian setempat belum merilis identitas maupun latar belakang pelaku. Motif penembakan juga belum jelas.* Ati - kisuta.com


