Jika Sekolah Hanya Punya Satu Murid
SEKOLAH Dasar di Xianyou, Provinsi Fujian, Cina ini hanya mempunyai satu orang murid. Padahal sekolah yang dibangun tahun 2005 ini mempunyai bangunan tiga lantai dengan 24 kelas.
Hu Yang merupakan satu-satunya murid di sekolah yang mempunyai dua orang guru ini. Yang merupakan murid yang tersisa, karena dua tahun lalu sekolah ini mempunyai 80 orang murid. Setahun kemudian berkurang menjadi tinggal 17 murid saja. Murid-murid terpaksa pindah karena mengikuti orangtuanya yang bekerja ke kota lain.
Sekarang, tinggal Yang murid yang bertahan belajar seorang diri di satu-satunya meja dan kursi belajar di kelas yang cukup luas. Hebatnya, walaupun hanya mempunyai murid satu orang, namun sekolah ini tetap memberikan pengajaran yang sesuai untuk Yang.
“Meski hanya ada satu murid, kami akan tetap menjalankan kurikulum yang ada. Lagi pula Yang murid yang pintar,” kata salah seorang guru, Zheng Zhixiong.
Zheng dan rekannya akan berusaha membuat Yang tetap merasa seperti sekolah pada umumnya. Memiliki satu orang murid bukanlah halangan bagi mereka untuk mendidik Yang sesuai dengan kurikulum.
Masih di Fujian, di Desa Nanou juga ada SD yang hanya mempunyai satu orang murid. Desa Nanou sebelumnya merupakan desa yang ramai dengan penduduknya yang padat. Tapi sekarang desa itu mengalami penurunan jumlah penduduk, sehingga berpengaruh terhadap jumlah murid sekolah.
SD di Desa Nanou sempat ditutup karena tidak ada murid. SD ini kembali dibuka ketika seorang gadis cilik berusia tujuh tahun bernama Zhang Siqi harus masuk sekolah. Siqi, yang lahir dengan cacat bawaan, memerlukan perawatan keluarga dan sekolah desa adalah pilihan terbaik karena jaraknya yang sangat dekat dengan rumah.
Satu-satunya guru yang tersisa, Zhang Wanjia, mengajar Siqi mengikuti kurikulum nasional. Seminggu sekali dia berlari kecil dengan Siqi dan menaikkan bendera nasional dan Siqi menyanyikan lagu kebangsaan.
Wanjia, yang telah mengajar lebih dari 35 tahun, mengatakan, “Ketika saya sendirian di kantor, saya tidak mempunyai teman untuk diajak berbicara.”
Namun, Siqi tidak akan menjadi satu-satunya murid karena desa ini kembali akan menerima banyak murid baru.* Ati - kisuta.com


