Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Tikus Berduri

Spesies Tikus Baru Ditemukan di Hutan Halmahera

Minggu, 27 Oktober 2013

ZOOLOGICAL Journal of the Linnean Society baru-baru ini mempublikasikan penemuan spesies tikus baru di Indonesia. Tikus berbulu keras layaknya duri dengan warna punggung cokelat, perut abu-abu, dan ujung ekor berwarna putih ini, ditemukan di hutan Halmahera, Maluku, Indonesia.

Tikus spesies baru yang diberi nama tikus berduri Halmaheramys bokimekot ini ditemukan oleh tim ekspedisi dari University of Copenhagen, Denmark, dan Museum Zoologi Bogor, Indonesia. Peneliti menangkap enam tikus berduri, yang terdiri dari tiga tikus jantan dewasa dan tiga tikus betina.

"Penemuan hewan pengerat baru menyoroti sejumlah keanekaragaman hayati yang sebelumnya tidak diketahui di wilayah ini, dan juga menunjukkan pentingnya konservasi," kata pemimpin peneliti Pierre-Henri Fabre, dari Centre for Macroecology, Evolution and Climate di University of Copenhagen, Denmark, seperti dikutip dari laman BBC, Selasa 24 September 2013.

Saat ini, belum banyak yang diketahui tentang perilaku spesies tikus baru tersebut. Meski begitu, diperkirakan tikus itu adalah hewan omnivora. Dengan menganalisis DNA tikus dan fitur fisik, seperti tengkorak dan gigi, para peneliti memutuskan bahwa tikus itu termasuk genus yang sama sekali baru. Peneliti menamakannya Halmaheramys bokimekot, seperti nama daerah pegunungan yang berada di bawah ancaman ekologi akibat pertambangan dan deforestasi hutan.

Hutan pegunungan Halmahera di Kepulauan Maluku merupakan salah satu wilayah yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna. Sayangnya, wilayah ini terancam rusak akibat usaha penambangan dan penebangan pohon secara masif. Para peneliti berharap temuan hewan mamalia baru ini bisa menjadi langkah awal pendorong eksplorasi dan konservasi yang lebih baik di wilayah Halmahera.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya