Minggu, 31 Mei 2026
Wisata & Sejarah

Biola "Titanic" Laku Terjual Rp 16,4 Miliar

Rabu, 30 Oktober 2013

MESKIPUN sudah 101 tahun tenggelam, namun kapal pesiar “Titanic” masih meninggalkan cerita. Bahkan barang-barang milik penumpang kapal termewah di masanya itu, banyak diburu oleh kolektor.

Baru-baru ini, sebuah biola yang dimainkan musisi di dek kapal sebelum tenggelam menabrak gunung es pada 14 April 1912, berhasil dilelang seharga US$ 1,45 juta atau sekitar Rp 16,4 miliar. Meski biola ini sudah tidak dapat dimainkan, tapi kenangan yang membekas di dalamnya begitu bernilai. Tak heran jika harganya dua kali lipat dari harga yang diperkirakan sebelumnya.

Sebelum dilelang, biola Titanic dipamerkan di sebuah studio konservasi di Lurgan, Irlandia Utara. Washington Post memberitakan, lelang dilakukan di rumah lelang Inggris bernama Henry Aldridge & Son pada 19 Oktober 2013.

“Dalam 20 tahun sebagai juru lelang, baru kali ini saya menemukan benda yang bisa membuat orang menunjukkan banyak sekali emosi seperti ini. Orang-orang sampai menangis,” ujar pemilik rumah lelang Aldrige & Son, Andrew Aldridge.

Biola ini menjadi benda memorabilia Titanic termahal yang pernah terjual dalam sebuah pelelangan. Biola itu adalah milik Wallace Hartley dan ditemukan terikat ke jasad pria itu yang tenggelam bersama tujuh rekan band-nya dan lebih 1.500 penumpang kapal yang tenggelam pada 1912 itu.

Pada biola itu tertulis inkripsi dari tunangan Wallace, yaitu Maria Robinson untuk mengenang pertunangan mereka. Biola itu terjual dengan tempatnya denga inisial WHH di atasnya.

Selama beberapa dekade biola tersebut dianggap hilang namun kemudian ditemukan di loteng sebuah rumah di Inggris pada 2006, yang memicu perdebatan soal keasliannya. Belum lama ini para pakar menyimpulkan biola itu memang asli.

Setelah Maria meninggal dunia pada 1939, saudarinya mendonasikan biola itu ke band Salvation Army, yang kemudian memberikannya ke seorang guru musik lalu ke seorang lainnya hingga ditemukan di sebuah rumah di Lancashire, 2006 lalu.

Saat musibah itu, Wallace bersama 7 musisi lainnya, nekad memainkan alunan musik untuk menenangkan penumpang Titanic yang saat itu panik. Ketika para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan sekoci, Wallace dan 7 temannya justru bertahan bermain musik di kapal yang mulai tenggelam.

Para musisi itu termasuk di antara 1.517 orang yang meninggal ikut tenggelam bersama kapal Titanic. “Mereka bermain musik sampai akhir yang pahit. Ini merupakan tindakan yang sangat berani. Hal inilah yang membuat biola itu seakan penuh dengan emosi yang meluap,” ungkap Andrew.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya