Ilmuwan Akhirnya Percaya, Manusia Berasal dari Tanah Liat
SEMUA kehidupan di Bumi mungkin berasal dari tanah liat, menurut penelitian ilmiah terbaru. Padahal, selama ribuan tahun, Quran, Injil, bahkan mitologi Yunani telah menyebutkan hal itu dengan jelas.
Teori terbaru itu menyebutkan bahwa tanah liat itu, yang berada pada titik paling dasar dari kombinasi mineral dalam tanah, bertindak sebagai laboratorium peternakan untuk molekul kecil dan bahan kimia yang 'menyerap seperti spons'.
Proses ini memakan waktu miliaran tahun, selama bahan kimia bereaksi satu sama lain untuk membentuk protein, DNA, dan akhirnya, sel-sel hidup, tulis para ilmuwan dalam jurnal Scientific Reports.
Para insinyur biologis dari Universitas Cornell di New York percaya bahwa tanah liat 'mungkin tempat kelahiran kehidupan di Bumi'.
Ini adalah teori sejak ribuan tahun di banyak kebudayaan, meskipun mungkin tidak menggunakan penjelasan ilmiah yang sama.
"Pada awal sejarah geologi hidrogel tanah liat menyediakan fungsi kurungan untuk biomolekul dan reaksi biokimia," ujar Prof Dan Luo dari Universitas Cornell, seperti dikutip Mail Online.
"Selama miliaran tahun, bahan kimia terisolir di ruang-ruang itu yang bisa melakukan reaksi kompleks yang membentuk protein, DNA, dan akhirnya semua mesin yang membuat kerja sel hidup," tambahnya.* Aya - kisuta.com


