Gaya Protes Seniman, Buah Zakar pun Dipaku di Lapangan
SENIMAN identik dengan nyentrik. Suka bergaya aneh-aneh yang nyeleneh. Namun seniman yang satu ini tidak lagi nyeleneh, tapi nekad. Dia melakukan aksi protes dengan memaku buah zakarnya di lapangan.
Pyotr Pavlensky, seniman nekad asal Rusia ini, melakukan aksi protes pemerintahan Presiden Putin dengan memaku buah zakarnya sendiri di Lapangan Merah, Ibu Kota Moskow. Ini dilakukannya demi memprotes sikap sewenang-wenang pemerintah pada hak politik warga.
Dikabarkan situs smh.com.au, Senin (11/11/13), Pyotr Pavlensky duduk telanjang di depan monumen makam Vladimir Lenin bapak revolusi komunis Rusia. Beberapa pejalan kaki mencoba merekamnya namun para petugas kepolisian mencoba menutupi pemandangan mengerikan itu dengan selimut.
Pria berumur 29 tahun tersebut memprotes pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dianggap otoriter. Dia juga mengkritik masyarakat Rusia yang apatis terhadap kesewenang-wenangan Putin.
“Seorang pria telanjang melihat buah zakarnya yang dipaku di Lapangan Merah merupakan simbol apatisme masyarakat Rusia modern,” ujar Pavlensky dalam pernyataannya, seperti dikutip Huffington Post, Senin (11/11/13).
Pavlensky dibekuk oleh petugas di tengah aksinya. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. "Semakin hari hak berpolitik di negara ini semakin miskin," ujarnya.
Ini bukan pertama kalinya Pavelnsky melakukan aksi nekad sebagai bentuk protes. Sebelumnya, dia pernah menjahit bibirnya dan memasang kawat berduri di sekujur tubuhnya.
Lapangan Merah merupakan lokasi penting bagi politik Rusia. Lapangan tersebut terletak di seberang pusat pemerintahan Rusia, Kremlin.* das - kisuta.com


