Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Kepala Pusat Investigasi India, Ranjit Sinha

“Jika Anda Tidak Bisa Mencegah Perkosaan, Nikmati Saja”

Rabu, 13 November 2013

MULUTMU harimaumu. Pribahasa ini pantas dialamatkan kepada Kepala Pusat Investigasi India (CBI), Ranjit Sinha (lihat foto), yang komentarnya saat ini mengundang kecaman dari banyak pihak. Pernyataan Sinha soal perkosaan, telah membuat publik marah karena dinilai merendahkan terhadap korban pemerkosaan.

Seperti dikutip Associated Press, 13 November 2013, Sinha menggunakan analogio perkosaan ketika memberikan keterangan terkait kasus perjudian. Sinha mengatakan, jika negara kesulitan menghentikan praktik perjudian, sebaiknya negara melegalkannya karena bisa menjadi sumber pendatapan.

"Jika lotre ada di AS, jika kita bisa memiliki kasino di kawasan wisata dan jika pemerintah bisa mengungkapkan sektor uang gelap, apa salahnya jika kita melegalkan judi? Di luar itu semua, apakah kita memiliki aparat penegak hukum? Jika Anda tidak bisa mencegahnya, ini sama seperti Anda tidak bisa mencegah pemerkosaan, nikmati saja. Lebih baik dilegalkan dan mendapat pemasukan, daripada kita angkat tangan," ungkap Sinha.

Analogi yang disampaikan Sinha langsung mengundang reaksi. Bagaimana mungkin seorang petinggi polisi di India mengeluarkan pernyataan yang membiarkan terjadinya kasus perkosaan dan sangat melukai perasaan kaum wanita. Terlebih lagi, India menjadi sorotan dengan rangkaian insiden pemerkosaan yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

Sinha sempat berusaha membela diri dengan menjelaskan bahwa dirinya hanya menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan maksud pernyataannya. Tapi pernyataan Sinha tersebut terlanjur menuai kemarahan publik.

Anggota parlemen setempat, Smriti Irani menyebut pernyataan Sinha sangat menjijikan. Sedangkan anggota parlemen lainnya, Brinda Karat meminta agar Sinha diadili atas pernyataannya tersebut.

"Jika Direktur CBI saja bisa meremehkan pemerkosaan, itu akan memberikan kesan dan pesan yang salah. Dia tidak memiliki hak untuk meneruskan masa jabatannya," ucap Karat.

Sinha yang kembali menyampaikan pembelaannya, mengakui bahwa pernyataannya memang di luar konteks dari topik yang dia bicarakan.

"Saya hanya memberikan pendapat saya bahwa perjudian seharusnya dilegalkan dan hukum tidak bisa dipaksakan. Itu bukan berarti bahwa hukum seharusnya tidak ada. Memang pernyataan yang salah ketika menyebut pemerkosaan tidak bisa dihindari dan korban seharusnya hanya berbaring dan menikmatinya... Saya menegaskan kembali, saya menghormati wanita dan komitmen saya terhadap isu gender," ujar Sinha.

Namun publik dan aktivis yang telanjur marah, terus mendesaknya mundur dari jabatan sebagai Kepala Pusat Investigasi India (CBI) atau meminta maaf kepada publik.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya