Ilmuwan Upayakan Mammoth, Gajah Purba Itu Kembali Hidup
ANDA pasti mengenal mammoth, gajah purba yang sudah punah puluhan ribu tahun lalu. Mammoth atau mammuthus primigenius yang hidup pada zaman pliosen ini, mempunyai ukuran tubuh cukup besar. Berat badannya mencapai 12 ton dengan panjang gadingnya sekitar 3,3 meter.
Habitat nenek moyang gajah ini di daerah-daerah Balkan seperti Rusia, Siberia, dan sekitarnya. Mammoth sering juga disebut woolled elephant atau gajah berbulu tebal karena mempunyai bulu yang sangat tebal untuk melindungi tubuhnya dari suhu yang ekstrim.
Baru-baru ini ilmuwan Rusia menemukan sampel darah dan jaringan otot mammoth saat mereka menemukan bangkai hewan ini di Kepulauan Novosibirsk, lepas pantai utara Siberia, Rusia. Menurut harian Daily Mail, ilmuwan menemukan sampel tersebut dalam keadaan tampak awet meski diperkirakan mahluk itu telah mati sekitar 10 ribu tahun lalu. Diperkirakan bangkai mammoth itu mati pada usia 50 sampai 60 tahun.
Temuan itu membuat Semyon Grigoriev, Kepala Museum of Mammoths Institute of Applied Ecology of the North at the North Eastern Federal University, sangat terkejut. Menurutnya, penemuan darah mammoth merupakan pertama kalinya.
“Sebelumnya, tidak ada orang yang pernah melihat bagaimana darah mammoth mengalir," kata Grigoriev kepada The Siberian Times.
Grigoriev menuturkan, sampel darah itu tetap awet karena bangkai mammoth ditemukan di Kepulauan Novosibirsk yang merupakan wilayah es. Dia memperkirakan mammoth saat itu jatuh ke air atau terjebak dalam rawa sehingga mahluk itu tidak bisa keluar dan akhirnya mati.
"Karena bagian bawah tubuh, termasuk rahang bawah dan jaringan lidah, terawetkan dengan baik. Sementara bagian tubuh atas dan dua kaki, yang terletak di atas tanah, telah digerogoti predator,” ujarnya.
Upaya menghidupkan kembali gajah purba atau mammoth, yang telah dinyatakan punah semakin lebar dengan adanya penemuan sampel darah dan jaringan otot mammoth. Sampel darah mammoth akan dikirim kepada peneliti Korea Selatan, Hwang Woo Suk yang berencana menggunakan DNA mammoth untuk kepentingan kloning mahluk itu. Woo Suk yang mempunyai laboratorium bioteknologi, berupaya mengkloning mammoth dengan cara menanamkan sel telur ke gajah hidup selama 22 bulan masa kehamilan.
Upaya menghidupkan hewan punah itu bukan tanpa kritik. Berberapa ilmuwan bersikeras mustahil untuk mendapatkan wujud persis mammoth seutuhnya. Peneliti ini menganggap DNA hewan kategori dinosaurus terlalu tua. Kita tunggu, apakah para peneliti itu bisa berhasil melakukan cloning mammoth sehingga hewan purba itu bisa kembali hidup.* Ati - kisuta.com


