Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Bung Karno di Mata Dunia

Pahlawan Kemerdekaan Aljazair Itu Bernama Soekarno

Kamis, 14 November 2013

PRESIDEN pertama Indonesia, Soekarno mempunyai banyak arti bagi negara-negara di Benua Asia dan Benua Afrika. Termasuk bagi Negara Aljazair yang berada di pesisir Laut Tengah, Afrika Utara.

Bagi Negara Aljazair, Soekarno yang lebih dikenal sebagai Bung Karno, berjasa besar dalam mendukung perjuangan kemerdekaan negara mereka. "Nama Soekarno sangat dikenal di seluruh Aljazair. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap negeri kami dan menandai hubungan diplomatik yang telah berlangsung selama 50 tahun, maka Pemerintah berencana untuk menggunakan nama Soekarno sebagai nama salah satu jalan," ungkap Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Abdelkrim Belarbi kepada VIVAnews.

Sebelum Aljazair, ada beberapa negara yang telah mengabadikan nama Soekarno sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, di antaranya Rusia, Mesir, Maroko, dan Pakistan. Bahkan di Kuba, pada tahun 2008, pemeritahannya secara resmi mengeluarkan perangko seri Bung Karno dengan Fidel Castro. Foto keduanya yang digunakan dalam perangko, diambil saat Soekarno mengunjungi Kuba tahun 1960.

Kembali kepada Negara Aljazair, Belarbi mengungkapkan bahwa kedekatan Aljazair dengan Soekarno berawal dari undangan Soekarno kepada Aljazair untuk mengikuti KTT Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Peristiwa itu kemudian menjadi tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Aljazair melawan kolonialisasi Perancis. Berkat forum internasional yang digagas Soekarno itulah, nama Aljazair pertama kali dikenal dunia internasional.

Hingga akhirnya pada 5 November 1962 para pejuang memproklamirkan kemerdekaan Aljazair setelah melakukan perang kemerdekaan sejak tahun 1954. Bahkan menurut salah satu cerita mantan pejuang Aljazair yang baru saja meninggal dunia pada tanggal 30 Januari 2012, Abdelhamid Mehri, Soekarno tidak hanya mendukung dan mendorong kemerdekaan Aljazair dari sisi diplomasi internasional, tetapi juga menyuplai senjata untuk perang kemerdekaan yang dikirimkan dari Moskow, Uni Soviet saat itu.

Selain memberikan bantuan senjata, Bung Karno juga mengirimkan perwira-perwira TNI dari berbagai angkatan untuk melatih pejuang Aljazair. Atas fakta sejarah itu, Dubes Belarbi bahkan memastikan apabila warga negara Indonesia yang berkunjung ke Aljazair, akan disambut seperti layaknya bagian dari keluarga. "Semua pintu akan dibuka bagi warga negara Indonesia,” katanya.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya