Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Li Ching Yuen

Berusia Sampai 256 Tahun, Herbalis dan Ahli Kungfu Ini Merasakan 9 Kaisar Cina

Sabtu, 16 November 2013

SEORANG pria di Cina bernama Li Ching Yuen pada tahun 1933 diberitakan meninggal dunia saat berusia 197 tahun. Saat itu, Li Ching Yuen yang mengaku lahir pada tahun 1736, ditasbihkan menjadi orang paling tua di dunia.

Sejak The New York Times dan Time memberitakan kematian Li Ching Yuen, berbagai analisis muncul soal usia sebenarnya sang kakek. Beberapa ilmuwan Cina yang penasaran mulai bekerja untuk menyelidiki kebenaran usia Li Ching Yuen. Yang mengejutkan, Profesor Wu Chung Chien dari Universitas Minkuo menemukan data bahwa sesungguhnya usia Li bukanlah 197 tahun seperti pengakuan Li Ching Yuen.

Wu Chung Chien menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yuen atas ulang tahunnya yang ke-150 pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827, Li Ching Yuen berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun.

Fantastis. Selama hidupnya Li Ching Yuen telah menyaksikan sembilan kaisar pada Dinasti Qing yang memerintah selama 265 tahun. Li Ching Yuen juga menjadi manusia terlama hidup yang pernah dicatat sepanjang sejarah modern. Memang kebenaran soal usia Li Ching Yuen masih menjadi tanda tanya besar dan diragukan oleh banyak peneliti, terutama oleh kritisi dunia barat.

Meskipun usianya yang mencapai 256 tahun masih diragukan, namun Li Ching Yuen merupakan sosok nyata dan benar-benar hidup di Cina dan dikenal sebagai seorang herbalis serta ahli kungfu.

Pria yang juga sering dipanggil Li Ching Yun, lahir di Chi Jian Hsien, pegunungan di Provinsi Szechuan, Cina. Sejak usia 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam, dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat.

Sampai usia 70 tahun, Li Ching Yuen mengisi hidupnya dengan mengelilingi Cina untuk mengumpulkan dan menjual obat-obatan herbal. Tak hanya ahli tanaman herbal termasuk ginseng, Asiatic pennywort, dan wolfberry Cina ini, juga menguasai ilmu beladiri dan chi kung.

Ketika berumur tujuh puluh satu tahun, Li Ching Yuen pindah ke Kai Hsien dan bekerja sebagai ahli strategi militer dan guru seni beladiri untuk Angkatan Darat China selama 170 tahun. Pada tahun 1927, Jenderal Yang Sen mengundang Li Ching Yuen untuk tinggal bersamanya, sehingga ia bisa mempelajari rahasia Li Ching Yuen yang dapat menghambat penuaan usianya.

Setahun kemudian, Li Ching Yuen kembali ke rumahnya untuk tinggal bersama isterinya yang ke-24. Beberapa sumber mengatakan bahwa Li Ching Yuen telah menguburkan 23 istrinya dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke-24. Dari ke-24 istrinya, Li Ching Yuen memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60-an.

Menjelang kematiannya di tahun 1933, Li Ching Yuen berkata kepada seorang sahabatnya, "Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang."* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya