Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Puskesmas Kosong Ditinggal Demo, Pasien Melahirkan di WC

Kamis, 28 November 2013

KETIKA dokter di Nusa Tengga Timur (NTT) ikut melakukan aksi demo sebagai bentuk solidaritas terhadap dr. Dewa Ayu Sasiary Prawan dan dua rekannya, dr. Hendi Siagian dan dr. Hendry Simanjuntak di Manado, 27 November 2013, seorang ibu hamil terpaksa melahirkan di WC Puskesmas tanpa bantuan tenaga medis.

Seperti dikutip dari Tribunnews, bersamaan dengan demo yang digelar serentak oleh dokter-dokter di Indonesia, Paji Djera, ibu hamil yang berasal dari Dusun Kilimbatu menunggu waktu kelahiran bayinya. Sayangnya di Puskesmas Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT tidak ada dokter dan tenaga medias yang bertugas.

Ketika menunggu waktu bersalin, Paji tak tahan ingin buang air kecil. Saat di WC itulah, perempuan berusia 26 tahun itu melahirkan sekitar pukul 11.00 waktu setempat, tanpa bantuan dokter dan bidan.

Saat Paji melahirkan, di Puskesmas Kawangu memang tidak ada tenaga medis. Seorang bidan datang setelah proses persalinan, itupun setelah dihubungi petugas kelurahan.

“Kami mau tolong bingung, apalagi ari-arinya masih di dalam dan bayinya di luar. Jadi kami hubungi bidan dan untungnya dia datang walau terlambat,” ujar Aprianto Tadu, seorang staf Kelurahan Kawangu yang kantornya bersebelahan dengan Puskesmas Kawangu.

Proses melahirkan yang tak biasa yang dijalani istrinya, membuat suami Paji, Domu Hukapati (28) gembira bercampur sedih menyambut kelahiran bayinya yang berjenis kelamin perempuan. “Saya mau bagaimana lagi, tak bisa omong apa-apa. Saya tetap bersyukur pada Tuhan, bayi saya selamat. Itu anak kedua saya,” tuturnya.

Sementara itu, mertua Paji, Kaita Lapir tidak bisa menerima cucunya lahir di WC Puskesmas. Perempuan beruisa 75 tahun itu menyesalkan apa yang menimpa menantunya.

”Pemerintah wajibkan kalau melahirkan dibawa ke rumah sakit atau Puskeasmas, tapi jadinya begini. Kami bawa anak mantu saya dengan truk yang muat kayu bakar, hanya untuk ke Puskesmas, sampai sini dokter dan bidan tidak ada, apa karena kami miskin jadi dibuat begini? Tuhan kenapa saya punya cucu harus lahir di WC, saya sakit hati dan kecewa,” paparnya.

Tak hanya dialami Paji, saat demo dokter berlangsung, banyak pasien di sejumlah daerah di Indonesia terpaksa tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Mereka telantar sambil menahan sakit.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya