Caleg Ini Otaki Perampokan untuk Biaya Kampanye
BIAYA untuk menjadi anggota legislatif di Indonesia memang mahal. Untuk menjadi anggota legislatif tingkat kota/kabupaten saja, diperlukan dana ratusan juta hingga miliaran rupiah. Tak heran jika para calon anggota legislatif (caleg) harus menyediakan dana cukup besar untuk pencalonan dirinya.
Sayangnya, tidak semua caleg didukung oleh finansial yang kuat. Dengan harapan terpilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg), mereka pinjam sana sini untuk biaya pencalonan. Yang berbahaya, jika tidak ada orang yang mau meminjamkan uang, sehingga caleg mencari solusi lain. Tidak masalah kalau solusinya tidak melanggar hukum, tetapi kalau melanggar hukum, maka akan menjadi masalah yang justru bisa menyebabkan nama sang caleg dicoret dari pencalonan.
Indra Kusumah (46), politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), merupakan salah satu caleg yang tidak mempunyai dana miliaran rupiah untuk pencalonannya. Akibatnya, anggota DPC PPP Musirawas, Sumatera Selatan mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan dana kampanye Pileg 2014. Sayangnya, jalan yang dipilihnya melanggar aturan. Sang calon anggota dewan ini mengotaki perampokan nasabah bank di daerah Tuban.
Aksi tak terpuji calon anggota dewan yang terhormat ini terendus polisi hingga akhirnya ditangkap petugas Satreskrim Polres Tuban. Sang caleg sekarang mendekam di Mapolres Tuban.
Tak hanya ditahan, Indra juga dicoret dari keanggotaan DPC PPP Musirawas. Wasekjen PPP, Arwani Thomafi mengaku menyesal atas perilaku criminal kadernya itu. Kejadian ini diakui menjadi pelajaran penting bagi partai berlambang Kabah itu.
"Yang bersangkutan adalah kader baru. Saat mendaftar, yang bersangkutan tidak ditemukan rekam jejak yang mencurigakan. Dengan kejadian ini, partai memutuskan untuk memberhentikan dia secara tidak terhormat dari keanggotaan partai," tutur Arwani.* Ati - kisuta.com


