Bos Mafia Itu Menjadi Santapan Babi
SAAT hidupnya, Francesco Raccosta sangat ditakuti. Maklum saja, bos mafia ini merupakan sosok paling berpengaruh di Italia. Namun, proses kematiannya sangat mengenaskan, tak sesuai dengan pamornya sebagai bos mafia. Francesco Raccosta yang tewas dalam pertikaian antargeng mafia, oleh musuhnya dijadikan makanan bagi babi.
Dilansir dari Miror, 29 November 2013, informasi itu diperoleh polisi dari musuh sekaligus pembunuh Francesco Raccosta, Simone Pepe. Pepe yang baru berusia 24 tahun, merupakan bos mafia dan cukup disegani di kalangannya.
Pepe tak lagi bisa mengelak pembuhunan itu, karena polisi menyadap komunikasi teleponnya. Dia terdengar membual di telepon ketika menjelaskan bagaimana Raccosta meminta tolong ketika jadi santapan babi-babi itu. "Sangat memuaskan mendengar dia berteriak. Mamma Mia dia ternyata bisa berteriak juga," ungkap Pepe di telepon.
Dia bahkan mengatakan tidak ada satu pun bagian tubuh Raccosta yang tersisa usai dimakan oleh babi-babi itu. "Saya tidak melihat ada yang tersisa. Orang mengatakan kadang, jika mereka makan, akan meninggalkan sesuatu. Namun, tidak ada yang tersisa. Babi-babi ini jelas tahu bagaimana cara makan," tambahnya lagi.
Usai ditangkap polisi, Pepe mengakui sebagai dalang di balik aksi pembunuhan terhadap Raccosta. Dia mengatakan, motif membunuh Raccosta sebagai bentuk balas dendam atas kematian ketua geng mafia, Domenico Bonarrigo.
Menurut juru bicara polisi, pertikaian di antara geng mafia sudah berlangsung sejak tahun 1950an silam dan telah menewaskan banyak orang. Namun, cara yang dipilih Pepe untuk menghabisi korbannya sangat brutal.
"Dengan menjadikan korbannya sebagai santapan babi, pelaku berpikir dirinya akan memperoleh rasa hormat tidak hanya dari lawan, tetapi juga dari kelompoknya sendiri," ungkap juru bicara tersebut.
Raccosta diketahui menghilang pada Maret 2012 bersama dengan rekan sesama mafia, Carmine Putrino. Polisi menduga nasib Putrino setali tiga uang dengan Raccosta.
Polisi kehilangan jejak Raccosta saat menggeledah rumahnya di Calabria. Mereka mengetahui Raccosta terbunuh awal November 2013, ketika sedang menginvestigasi organisasi mafia Ndrangheta selatan.* Ati - kisuta.com


