Dokter Cabul, Terapi Seks di Ruang Praktek
JIKA di Indonesia banyak dijumpai dukun cabul, lain lagi di negara sebelah, Australia. Di negeri Aborigin ini kini sedang hangat soal kasus dokter cabul. Modus cabul dari sang penyembuh, baik dukun maupun dokter, nyaris sama. Mengobati pasien dengan cara dicabuli.
Yang paling hangat dari kasus dokter cabul di Australia ini terjadi di Canberra. Adalah dokter Maged Khalil yang modusnya terungkap karena pasien yang rutin dicabulinya itu mengklaim asuransi untuk menutupi biaya setiap kunjungannya ke dokter tersebut.
Hubungan dokter Khalil dengan pasiennya ini bermula Februari tahun 2012. Si pasien yang tak disebutkan namanya itu mengeluh menderita insomnia. Pada Mei 2012, keduanya sudah mulai melakukan hubungan seks secara rutin di klinik Belconnen Medical Centre, tempat Khalil bekerja.
Terungkap, setiap kali perempuan tersebut mengunjungi Khalil, ia disembunyikan dengan alasan pemeriksaan. Perempuan itu membayar biaya kunjungan sebagaimana seharusnya, dan mendapatkan bukti pembayaran. Bukti-bukti pembayaran inilah yang diajukan ke asuransi Medicare untuk diganti. Masalahnya, hubungan kedua orang ini berakhir beberapa bulan kemudian.
Ikatan Dokter Australia baru mengetahui kasus ini awal tahun 2013. Bulan Mei lalu, Ikatan Dokter mencabut sementara izin praktek dokter Khalil dan masalah ini dibawa ke peradilan administrasi.
Pekan lalu, Ikatan Dokter Australia sepakat untuk mengembalikan izin praktek dokter Khalil namun dengan syarat dokter ini harus mendapat pengawasan mulai awal tahun depan.
Hakim pengadilan administrasi Profesor Thomas Faunce mengatakan, pengawasan diperlukan untuk memastikan dokter ini terhindar dari perilaku keliru. "Saya minta dia untuk mengingat bahwa dalam masyarakat prinsip perilaku profesional harus ditegakkan sebagai bagian dari karakter dokter profesional," katanya.* das - kisuta.com


