Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Annisa Puteri Raka

Siswi SMA Pencipta Sepatu Antimaling

Selasa, 3 Desember 2013

PRIHATIN karena di sekitar rumahnya sering sekali terjadi kehilangan sepatu, seorang pelajar SMA Negeri 6 Yogyakarta tergerak untuk menciptakan sepatu antimaling atau disingkat santiling.

Annisa Puteri Raka, pelajar kelas XII SMAN 6 Yogyakarta itu mengaku gundah melihat saudara dan tetangganya yang kerap kehilangan sepatu.

"Dekat rumah saya banyak terjadi pencurian di masjid dan di perumahaan. Padahal rumah ada pagar, satpam juga ada. Tapi tetap saja banyak pencurian. Nggak cuma yang bermerek, yang biasa juga dicuri. Akhirnya saya menciptakan santiling," ujar Annisa kepada detikcom, 30 November 2013.

Finalis National Young Inventors Award (NYIA) yang digelar LIPI 14-15 November 2013 ini, membuat santiling dalam dua versi, yaitu reedswitch dan miniswitch. Cara kerja reedswitch berdasarkan jarak antara sepatu, sedangkan cara kerja miniswitch berdasarkan tekanan lantai.

Cara kerja versi reedswitch, lanjutnya, pengguna akan meninggalkan sepatunya lalu di-on-kan reedswitch-nya. Ketika sepatu pengguna berada pada jarak dengan ketentuan sekitar 5 cm.

 
Sedangkan cara kerja miniswitch berdasarkan tekanan lantai. Jadi pengguna akan meninggalkan sepatunya setelah di-on-kan miniswitchnya. Lalu ketika sepatunya diangkat dan tidak ada tekanan dari lantai atau diangkat, maka sepatu akan berbunyi.

Annisa membuat santiling ini selama sebulan. Dia mengeluarkan total Rp 70 ribu untuk membuat itu. Bahan santiling antara lain reed switch, magnet, batere 1,5 volt 3 buah, travo, dan buzer (alarm).

Meskipun bermanfaat, namun Annisa yang berencana melanjutkan kuliah di Jurusan Perencanaan Wilayah Kota di UGM ini, belum berniat menjualnya. "Saya masih akan mengembangkan alat itu lagi. Dibikin kayak kunci koper agar hanya pengguna yang tahu kunci itu," ungkapnya.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya