Kumis dan Jenggot Tumbuh Subur di Amerika
KUMIS dan jenggot diyakini merupakan daya tarik seorang lelaki. Lambang kejantanan yang mampu menyedot lirikan wanita. Dan ini semakin diyakini di Amerika Serikat (AS). Kini semakin banyak pria AS yang menumbuhkan kumis dan jenggotnya. Bagi mereka kini, rambut wajah ini lebih dari sekadar pernyataan mode.
Dikabarkan VOA, penampilan berbulu dari seorang pria menjadi tren yang sedang berkembang di Los Angeles, California dan kota-kota besar lainnya. Bahkan, perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang mode sekarang mempekerjakan model pria dengan kumis dan jenggot untuk mendapatkan penampilan yang berbeda. Dan penampilan ini mulai disukai publik.
"Rambut di wajah diasosiasikan dengan maskulinitas, vitalitas seksual, dan daya tarik secara umum. Kalau melihat mitologi Yunani hampir semua dewa punya sejenis rambut di wajah; bisa berbentuk jenggot atau goatee," ujar Daniel Winter, seorang penata rambut di Los Angeles.
Penataan rambut wajah juga menjadi populer. Tanya saja Nicholas Watsford, yang memproduksi wax untuk jenggot dan kumis bernama Dubs Stache wax. Dia mengatakan menumbuhkan kumis dan jenggot di Los Angeles bukan karena keranjingan, tapi merupakan gaya hidup.
"Sekarang penampilan adalah hal utama. Sebagaimana kamu mewakili dirimu, seperti seringai singa. Itu yang berlaku sekarang," ujarnya.
Bahkan di Los Angeles berdiri L.A. Facial Hair Society, sebuah perkumpulan untuk mempersatukan komunitas jenggot dan kumis California dan mereka yang gemar bulu wajah. Perkumpulan ini didirikan oleh dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.
Alana Beck, salah satu perempuan pendiri perkumpulan itu bahkan mengatakan, "Saya hanya berkencan dengan laki-laki berjenggot. Jenggot punya daya tarik kejantanan."
Roberto Campos, anggota perkumpulan ini, mengatakan bulu di wajah mempersatukan banyak orang. "Mendadak teman Facebook saya bertambah banyak sampai ribuan setelah bertemu dengan orang-orang ini," tuturnya.* das - kisuta.com


