Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Demo Buruh Memaksa Seorang Ibu Melahirkan di Jalan

Kamis, 5 Desember 2013

KETIKA dokter-dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan demo, 27 November 2013, seorang ibu terpaksa melahirkan bayinya di toilet Puskesmas Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba. Sekarang, gara-gara demo buruh yang memblokir jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, seorang ibu terpaksa melahirkan di jalan di atas ambulans.

Selasa, 3 Desember 2013, ketika buruh melakukan demo besar-besaran dengan menutup sejumlah ruas jalan, kemacetan parah terjadi di sejumlah kawasan di Tangerang. Yuli, wanita hamil yang sudah waktunya melahirkan, sedang dalam perjalanan menurju RSU Tangerang. Yuli yang semula dirawat di klinik bersalin, dirujuk ke RSU Tangerang untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih lengkap.

Menurut Kasat Lantas Metro Tengerang, AKBP Gunawan seperti dilansir detik.com, ambulans yang membawa Yuli terjebak kemacetan yang mengular. Sirine ambulans sudah meraung-raung, pihak kepolisian sudah berupaya keras membuka jalur. Bahkan polisi membuka jalan dengan pengawalan melawan arus. Sayangnya upaya itu tidak berhasil karena kemacetan sudah mengular dan lalu lintas nyaris tidak bergerak.

Ambulans bergerak melewati Cikokol. Namun demo buruh yang memblokir JL MH Thamrin, Tangerang berimbas ke mana-mana. Mobil sudah berupaya masuk ke arah pintu tol Kebun Nanas, tetapi tak berhasil menembus kemacetan. "Kita sudah berupaya membantu ambulans agar bisa menuju rumah sakit. Akhirnya ambulans kita arahkan ke tempat yang aman untuk melakukan persalinan, karena kondisi pasien memang sudah waktunya melahirkan," jelas Gunawan.

Di lokasi di tengah kemacetan, petugas lalu lintas Polres Metro Tangerang berjaga di luar ambulans, melakukan pengamanan. Di ambulans ada suami Yuli dan seorang bidan yang memang menyertai sejak dari klinik, menjaga bersama sang suami. Menggunakan peralatan seadanya, persalinan dilakukan di dalam ambulans di tengah-tengah kemacetan lalu lintas.

Di balik kondisi itu, ada keajaiban menyertai proses persalinan darurat itu. Menurut Gunawan, Yuli dirujuk ke RSU Tangerang karena bayinya sungsang sehingga harus mendapatkan tindakan medis khusus. Namun, saat persalinan berlangsung, ternyata bayi bisa lahir secara normal. "Ini keajaiban, bayi bisa lahir normal. Ini karunia Tuhan," jelas Gunawan.

Gunawan mengaku, proses persalinan itu membuat dirinya dan anggotanya tegang dan gemetaran. Namun mereka akhirnya bisa bernafas lega dan bersyukur, karena persalinan darurat itu berjalan lancar. Ibu dan bayi perempuannya pun dalam keadaan sehat dan selamat.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya