Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
"Pabrik Bayi" di Nigeria

Wanita-wanita Muda Itu Dihamili, Bayi-bayinya Dijual

Jumat, 6 Desember 2013

PABRIK boneka sudah biasa, tapi bagaimana dengan pabrik anak? Kepolisian Nigeria, Rabu, 4 Desember 2013 menggerebek rumah tinggal yang dijadikan “pabrik bayi” di Owerri.

Disebut “pabrik bayi” karena di rumah yang ternyata milik seorang pria yang merupakan aktivis organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang perempuan dan isu-isu anak ini, sejumlah wanita dipaksa hamil dan bayi-bayinya dijual. Di rumah ini ditemukan waniat-wanita berusia antara 14 tahun dan 19 tahun berada dalam berbagai usia kehamilan.

Juru bicara Kepolisian Imo State, Joy Elomoko mengatakan, polisi mendapatkan laporan intelejen tentang keberadaan “pabrik bayi” di Owerri. Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan razia dan menemukan 16 wanita hamil yang diduga dipaksa hamil dan bayi-bayinya akan dijual oleh pemilik rumah.

Kepada AFP, Elomoko mengatakan, rumah itu nyaris tidak terlihat sebagai “pabrik bayi”, karena pria pemilik mendaftarkan rumahnya sebagai kantor organisasi perlindungan wanita dan anak. Wanita-wanita muda yang berada di rumah itu, ditawari uang hingga 100 ribu Naira atau sekitar Rp 7,5 juta untuk hamil dan menyerahkan bayinya untuk dijual.

"Kami mendapati fakta bahwa pelaku tidak bisa menjelaskan keberadaan seorang bayi yang baru dilahirkan di rumah tersebut. Kami mencurigai bahwa bayi ini mungkin telah dijual untuk ritual (ilmu hitam)," terang Elomoko.

“Pabrik bayi” di Owerri bukan yang pertama di Nigeria. Sebelumnya, polisi telah mengungkap keberadaan “pabrik bayi” yang sebagian besar berada di wilayah selatan Nigeria. Bulan November, polisi menemukan enam remaja wanita dalam kondisi hamil berada di sebuah klinik illegal di Port Harcourt.

Enam remaja wanita itu berhasil diselamatkan dari kelompok yang akan menjual bayi-bayi mereka. Dari penyelidikan polisi, tiga remaja wanita di tempat itu, dipindahkan dari rumah mereka ke “pabrik bayi” untuk melahirkan. Sedangkan tiga remaja wanita lainnya, dijanjikan akan diberi uang sebagai ganti untuk bayi yang akan mereka lahirkan.

Tak hanya menampung wanita-wanita yang hamil tanpa suami, “pabrik bayi” juga diduga menawarkan wanita-wanita itu untuk hamil dan selanjutnya bayinya dijual. Indikasi itu semakin kuat setelah polisi menangkap seorang pria berusia 23 tahun yang diperkirakan mendapat tugas menghamili wanita-wanita muda yang berhasil dirayu demi uang 100 ribu Nira.

Kasus perdagangan manusia memang cukup marak terjadi di wilayah Afrika. Seringkali anak-anak yang masih di bawah umur dipisahkan dari keluarganya untuk kemudian dipaksa bekerja di perkebunan, pertambangan dan juga pabrik. Yang lainnya ada yang dijual ke dunia prostitusi dan sisanya mengalami tindak penyiksaan atau dikorbankan dalam ritual ilmu hitam.

Uni Eropa mengatakan bahwa Nigeria dan Cina temasuk salah satu sumber terbanyak perdagangan manusia ke Eropa dan sebagian besar mereka dipaksa menjadi pekerja seks. Pada tahun 2011 badan nasional pencegahan perdagangan manusia Nigeria, NAPTIP, mengatakan penyelidikan mereka menunjukkan bayi-bayi dijual sampai US$ 6.400 per bayi.

Wanita miskin yang tidak menikah menghadapi pilihan sulit bila mereka hamil dan sering dikucilkan dari masyarakat. Tak heran mereka akhirnya tergiur tawaran untuk menyerahkan bayinya kepada kelompok perdagangan bayi.

Bayi-bayi itu ada yang dijual untuk adopsi ilegal, digunakan sebagai tenaga buruh anak atau prostitusi. Ada pula bayi yang dibunuh dan diambil organ tubuhnya untuk tradisi ritual.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya