Wafat di Usia 105 Tahun, Sebelum Penerbitan Novelnya yang ke-125
IDA Pollock, novelis romantis ini, meninggal beberapa waktu lalu pada usia 105 tahun, hanya beberapa minggu sebelum penerbitan novelnya yang ke - 125.
Penulis tertua di dunia ini, mungkin tidak setenar Barbara Cartland. Namun berkat usianya yang panjang, Ida Pollock telah mendapatkan tempatnya dalam sejarah.
Wanita yang tinggal di kawasan Lanreath dekat Cornwall, Inggris ini menulis novel sejak remaja. Saat usia 14 tahun, Ida menyelesaikan novel pertamanya yang bergenre thriller berjudul 'The Hills of Raven's'. Setelah berhasil menjadi penulis tetap pada 1930, dia berganti genre dengan menulis cerita romantis untuk dewasa. Namun dia memilih menggunakan nama samaran Joan Allen.
Pada masa paling produktifnya, Ida pernah menerbitkan 40 buku dalam lima tahun. Menurut wanita kelahiran Lewisham, London Selatan itu dia biasanya butuh waktu enam minggu untuk menulis sebuah novel. Sebagian besar novelnya berkisah tentang percintaan wanita muda dengan pria lebih tua yang kaya.
Pada 1956 ia menerbitkan delapan roman di bawah lima nama pena, masing-masing sekitar 70.000 kata.
Ida Pollock melanjutkan menggunakan sepuluh nama samaran untuk 70 buku-bukunya yang diterbitkan Mills & Boon dengan nama-nama Pamela Kent, Rose Burghley, Susan Barrie dan Mary Whistler.
Seperti diberitakan Mail Online, kebanyakan pemeran pahlawan prianya dimodelkan pada almarhum suaminya Kolonel Hugh Pollock, seorang veteran. Sebelumnya Ida pernah menikah dengan penulis Enid Blyton.
Ketika berulang tahun ke-105, Mei lalu, Ida masih menulis novel terbarunya. Dalam penulisan tersebut, dia dibantu putrinya, Rosemary (69 tahun) untuk mengetik. Novel berjudul The Runaway itu akan dirilis dalam waktu dekat. Sayang, dia tidak sempat menyaksikan peluncuran novelnya itu.* das - kisuta.com


