Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Diduga untuk Ritual Mistis

Pencurian Mayat Merebak di Cilacap

Sabtu, 14 Desember 2013

MASYARAKAT Cilacap dikejutkan dengan kasus pembongkaran makam dan pencurian mayat. Polisi menduga, kasus tersebut berkaitan dengan ritual mistis yang dilakukan oleh pelaku. Sampai saat ini pelaku pencurian belum diketahui, sehingga membuat masyarakat resah.

Kasus pembongkaran makam pertama kali mencuat saat makam bayi kembar Yuliana dan Yuliani di TPU Cikento, Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi porak poranda. Bahkan salah satu mayat bayi kembar, yaitu Yuliani hilang, diduga dibawa oleh pelaku.

Pembongkaran mayat Yuliana dan Yuliani terjadi selama dua malam berturut-turut, Sabtu dan Minggu, 7 dan 8 Desember 2013. Pelakunya yang diduga berjumlah dua orang.

Menurut penjaga makam TPU Cikento, Sukirno (56), pada Sabtu pagi, dirinya dikagetkan dengan kondisi makam salah satu bayi kembar, yaitu Yuliana yang sudah terbongkar. Mayat bayi masih ada, namun tali kafannya yang hilang. Makam tersebut oleh Sukirno ditutup.

Hari berikutnya, Sukirno dikejutkan dengan makam bayi kembar lainnya, yaitu Yuliana yang juga dibongkar. Kali ini, jasad sang bayi yang terbungkus kain kafan hilang, dicuri oleh pelaku.

Yuliana dan Yuliani merupakan bayi kembar yang meninggal pada 16 November 2013 karena lahir premature. Yuliana lahir lebih dahulu dengan berat 4,6 ons di RS Santa Maria pada 15 November dan meninggal pada 16 November. Kemudian Yuliani lahir dalam keadaan sudah meninggal dunia di dalam kandungan saat dirujuk ke RSUD Cilacap pada 16 November. Kedua bayi dimakamkan pada 17 November 2013.

Belum hilang keterkejutan masyarakat Cilacap atas kasus pembongkaran makam bayi kembar yang diikuti dengan pencurian salah satu jasad bayi kembar, empat hari kemudian, tepatnya 12 Desember 2013, kembali terjadi pembongkaran makam. Kali ini makam Endah Setyowati di TPU Sabuk Janur, Kelurahan Kebon Manis, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap yang dibongkar. Kondisi makam ditemukan dalam kondisi berantakan, ditemukan lubang dengan kedalaman dua meter dan berdiameter 50 centimeter.

Pelaku membawa tengkorak mayat Endah yang meninggal pada 8 Agustus 2013 dalam usia 24 tahun. Di dekat makam Endah, yang berjarak 20 meter dari kuburan, ditemukan beberapa barang seperti kurungan ayam, kandang burung berisi makanan burung dan jagung, lilin, dan guci.

Selain itu, ada jejak tapak kaki di pagar panembahan dan bekas dupa pembakaran dan bunga melati. Ada dugaan pelaku mencuci tengkorak kepala dan tali kafan di kolam kecil di panembahan.

Kapolres Cilacap AKBP Andry Triaspoetra, Jumat, 13 Desember 2013, mengakui bahwa pencuri yang beraksi di makam Endah sempat menggelar ritual. Jejak-jejak ritual masih terlihat jelas.

Sebenarnya, sebelum kasus pembongkaran makam Yuliana dan Yuliani serta Endah Setyowati terungkap, pembongkaran makam sudah terjadi di TPU Koyong, Desa Tritih Wetan, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di TPU ini, dua makam bayi, yaitu Daffa Hafid Muzak dan Dira dibongkar.

Daffa meninggal usai dilahirkan pada Minggu 10 November 2013, sedangkan Dira yang meninggal 2 tahun lalu. Letak kedua makam bayi ini berdekatan.

Makam Daffa diketahui dibongkar pada 2 Desember 2013, sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut Slamet, tukang gali kubur di TPU Koyong, kondisi makam Daffa sangat berantakan. Di sekitar makam ditemukan tali pocong dan kain kafan serta sepasang sandal hitam dan sebuah pancong atau pacul kecil. Pembongkaran makam ini tidak dilaporkan kepada kepolisian.

Sedangkan makam Dira dibongkar sekitar awal Desember 2013. Saat ditemukan, kondisi makam juga berantakan. Kain kafan ada di atas makam dan lubang makam menganga. Menurut Slamet, diduga pelaku menyangka Dira baru meninggal, padahal bayi itu sudah dikubur sejak dua tahun lalu. "Itukan patoknya baru. Tadinya rusak terus diganti. Kemungkinan pelaku mengira makam itu baru," tuturnya.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya