Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Anju tak Tahu Ada 10 Bayi di Rahimnya

Rabu, 18 Desember 2013

KONDISI Anju Kushwaha sangat lemah. Meskipun usia kandungannya baru 12 minggu, namun wanita yang tinggal di India ini sudah merasa ingin melahirkan.

Melihat kondisi lemah sang istri, Minggu pagi, 15 Desember 2013, suami Anju membawanya ke rumah sakit. Dalam perjalanan, Anju melakukan proses persalinan. Di luar dugaan, sembilan bayi lahir dalam proses persalinan itu. Sungguh, Anju tidak menyangka dirinya mengandung sembilan bayi.

Sayangnya, sembilan bayi yang dilahirkan dalam perjalanan ke rumah sakit itu, tidak dapat diselamatkan. Mereka semua meninggal karena usianya masih sangat muda.

Untuk mendapatkan perawatan medis, Anju tetap dibawa ke rumah sakit. Kejadian mengejutkan kembali terjadi di rumah sakit, karena ternyata masih ada satu bayi lagi di rahim Anju. Total, Anju mengandung 10 bayi. Baik Anju maupun suaminya sama sekali tidak menyangka.

Dilansir detikcom, kelahiran bayi kesepuluh dilakukan lewat proses operasi. Seperti kesembilan bayi yang sudah lahir, bayi kesepuluh inipun tidak dapat diselamatkan.

Menurut dokter, Anju mengalami kondisi yang disebut kehamilan multifetus, yakni kehamilan dengan beberapa janin dalam rahim yang menyebabkan terjadinya bayi kembar. Kehamilan multifetus terjadi bila sebuah sperma membuahi sebuah sel telur, namun kemudian mereka membelah menjadi dua emberio dan membuat bayi yang dilahirkan menjadi kembar identik.

Kemungkinan lainnya, dua sperma membuahi dua telur sehingga menghasilkan bayi kembar non-identik atau kembar fraternal yang biasanya memiliki penampilan dan jenis kelamin berbeda.

Jarang proses pembuahan menyebabkan lahirnya bayi triplet, baik identik maupun non-identik. Bayi kembar tiga atau lebih dari tiga biasanya lahir dari wanita yang menjalani terapi kesuburan. Meski demikian, kembar sepuluh sangat jarang terjadi.

Pada terapi kesuburan, dokter menanamkan beberapa embrio ke dalam rahim untuk meningkatkan potensi kehamilan. Ditambah lagi dengan suntikan hormon yang tinggi agar peluang kehamilan makin besar. Tapi pada beberapa kasus, tidak hanya satu embrio saja yang sukses dibuahi, tapi dua, tiga, empat, sepuluh, atau lebih.

Anju mengakui dirinya memang mendapatkan terapi kesuburan. Sayangnya ia tidak memeriksakan lagi keadaan kandungannya, sehingga tidak mengetahui sedang mengandung 10 bayi. Padahal jika menjalani pemeriksaan lanjut, tiga bayinya bisa saja lahir selamat melalui proses pengurangan kehamilan multifetus.

"Tampaknya tidak ada pemeriksaan kehamilan lanjutan setelah ia menjalani proses pembuahan in vitro. Padalah setidaknya tiga bayi bisa diselamatkan bila kehamilannya dikurangi," ujar dr Sumitra Yadav, genekolog senior.

Pengurangan kehamilan multifetal adalah proses di mana beberapa janin dalam rahim dimatikan dengan tujuan meningkatkan peluang hidup bayi-bayi lain dan juga untuk mengurangi risiko pada ibu. Sebab setiap tambahan satu janin dalam rahim dapat meningkatkan terjadinya kelahiran prematur. Setengah dari bayi yang lahir prematur meninggal karena sindrom pernapasan yang disebabkan paru-paru mereka belum berkembang dengan sempurna.

Kasus ibu ini adalah kehamilan dengan jumlah bayi dalam rahim terbanyak di India, dan yang ke-dua terbanyak di dunia. Sebelumnya, pada tahun 1971 dokter di Roma mengklaim telah membantu kelahiran 15 bayi kembar dalam waktu bersamaan, meski pada akhirnya semuanya juga meninggal.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya