Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

IQ Orang Barat Terus Menurun

Sabtu, 4 Januari 2014

JURNAL Intelligence belum lama ini menyampaikan hasil riset yang sangat mencengangkan. Menurut riset yang diketuai Dr. Michael Woodley, tingkat kecerdasan IQ (intelligence quotient) orang-orang Barat telah mengalami penurunan 14 poin sejak era Victoria.

Era Victoria dikenal sebagai masa kekuasaan Ratu Inggris Victoria, yang bertahta selama 63 tahun, 1837-1901. Sejarah mencatat, pada periode ini, Inggris mengalami ledakan pertumbuhan dan inovasi yang gemilang, dan sering dianggap sebagai puncak kejayaan Inggris.

Dalam jurnal yang diterbitkan akhir Desember 2013 itu, Dr. Michael Woodley mengatakan bahwa hasil riset didasarkan atas perbandingan lama reaksi visual individu yang diukur dari tahun 1884 hingga 2004.

Waktu reaksi visual sering dianggap sebagai komponen genetik kecerdasan umum seseorang. Riset ini mengukur berapa lama waktu reaksi visual individu dalam memproses stimulus yang diterima. Hasilnya, waktu reaksi visual terus mengalami perlambatan sejak era Victoria. Dari sekitar 183 milidetik menjadi 250 milidetik pada pria, dan dari 187 milidetik menjadi 277 milidetik pada wanita.

Menurur Dr. Michael Woodley, ini artinya jika dibanding seabad lebih yang lalu, kecepatan otak dalam memproses reaksi visual semakin lama. Sebuah indikasi yang menunjukkan kecerdasan yang terus menurun dan penyusutan kecepatan otak dalam memproses reaksi.

Meskipun alat yang digunakan untuk mengukur waktu reaksi pada akhir abad 19 tidak secanggih sekarang, namun menurut anggota tim peneliti lainnya, Dr. Jan Te Nijenhuis, profesor dari Universitas Amsterdam, data lama tetap dinyatakan valid dan bisa dibandingkan dengan data terbaru.

Temuan ini seolah membalikkan asumsi, bahwa modernisasi melalui pendidikan, higienitas dan perbaikan gizi bisa mendorong peningkatan IQ individu. Yang terjadi justru sebaliknya, IQ yang menurun. “Itu hanya topeng untuk menutup kondisi yang sesungguhnya,” ujar Te Nijenhuis.

"Yang terjadi adalah tekanan hidup modern, gaya hidup modern nine-to-five kerja dari jam 9 - 5, telah menciptakan tekanan terhadap orang-orang yang sangat pintar," kata Woodley.

Kondisi ini, kata Te Nijenhuis, membuat para wanita cerdas dengan IQ tinggi cenderung memilih untuk punya anak sedikit dibandingkan dengan wanita yang punya IQ menengah dan rendah.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya