Sang Ayah Lupa, Bocah 3 Tahun Tewas Kehabisan Nafas dalam Mobil
NASIB malang dialami seorang bocah di Malaysia. Gara-gara ayahnya lupa, bocah berusia 3 tahun ini harus meregang nyawa di dalam mobil yang tertutup dan terkunci akibat kepanasan dan sesak nafas.
Dilansir dari New Straits Times, Jumat, 3 Januari 2014, bocah yang namanya tidak disebutkan itu, bersama ayah, ibunya, dan empat saudaranya berangkat dari rumah mereka di Kampung Pandan, Malaysia. Tujuan pertama ke sekolah yang menjadi tempat ibu sang bocah bekerja sebagai asisten sekretaris. Dalam perjalanan, bocah yang merupakan anak bungsu keluarga tersebut tertidur di kursi balita yang dipasang di kursi belakang mobil jenis MPV tersebut.
Usai mengantarkan istrinya ke tempat kerja, pria berusia 41 tahun ini mengantarkan empat anaknya ke sekolah. Sedangkan si bungsu tetap terlelap di kursi belakang.
Setelah mengantarkan empat anaknya ke sekolah, ia seharusnya mengantarkan anak bungsunya ke tempat penitipan anak. Entah mengapa, ia justru meninggalkan anaknya di dalam mobil dan mengunci mobil seraya pergi ke Tamas Tas untuk mampir minum.
Diduga ayah bocah tersebut lupa masih ada seorang anak di dalam mobil, hingga meninggalkannya selama hampir 9 jam. Siang harinya sang ayahnya menjemput istrinya dan kemudian menengok dua anaknya yang sekolah di bangku sekolah dasar.
Keberadaan bocah malang itu baru diketahui pada sore hari ketika pasangan suami istri itu menyadari anak bungsunya tak ada. Mereka baru ingat bahwa anak bungsunya ada di dalam mobil.
Ketika mendapati anaknya terkulai lemas di dalam mobil, mereka segera melarikan bocah tersebut ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, bocah malang itu dinyatakan telah meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Hasil autopsi terhadap jasadnya menunjukkan bahwa bocah tersebut meninggal akibat terkena serangan panas.
Ini pelajaran bagi orangtua untuk selalu berhati-hati saat membawa balita di dalam mobil. Sebaiknya tempatkan di tempat yang mudah terawasi, selain untuk keamanan, juga supaya kejadian seperti di Malaysia ini tidak terulang.* Ati - kisuta.com


